Target Pendanaan Iklim 45 Persen Dihapus, Transisi Hijau Terancam
Bank Dunia menghapus target pembiayaan iklim 45 persen setelah tekanan AS. Negara berkembang khawatir pendanaan transisi hijau dan adaptasi iklim melemah.
Presiden AS Donald Trump berada di sebelah Perdana Menteri Israel Benjamin dalam upacara penandatanganan proklamasi yang mengakui kedaulatan Israel atas Dataran Tinggi Golan di Ruang Penerimaan Diplomatik di Gedung Putih di Washington, AS, 25 Maret 2019./Reuters
Harianjogja.com, JOGJA - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berjanji mencaplok Tepi Barat, Palestina apabila kembali terpilih sebagai perdana menteri untuk periode selanjutnya.
Netanyahu mengumbar janji itu hanya beberapa hari sebelum pemilihan umum pada 9 April. Ia menyampaikan hal tersebut dalam sebuah wawancara dengan Channel 12 News pada Sabtu (6/4/2019). Sebelumnya, Netanyahu ditanya mengapa tidak memperluas kedaulatan Israel di permukiman yang berada di Tepi Barat.
Aneksasi atau klaim kedaulatan telah dilakukan Israel pada sejumlah kawasan milik negara lain, yakni Yerusalem Timur milik Palestina dan Dataran Tinggi Golan yang merupakan bagian dari Suriah. Dua kawasan itu dicaplok Israel dalam Perang Timur Tengah 1967.
"Siapa bilang kami tidak akan melakukannya? Kami sedang dalam proses dan mendiskusikannya," kata Netanyahu seperti dikutip Reuters, Minggu (7/4/2019).
“Anda bertanya apakah pemerintah akan mengambil langkah selanjutnya, jawabannya adalah \'ya\'. Saya akan memperluas kedaulatan Israel," ujar Netanyahu.
Rencana pencaplokan Tepi Barat langsung mendapat reaksi keras dari Palestina. Kepala negosiator Palestina dan pembantu dekat Presiden Palestina Mahmoud Abbas, Saeb Erekat mengungkapkan Israel akan terus melanggar hukum internasional selama komunitas global terus memberinya impunitas.
"Terutama dengan pemerintahan Trump yang terus mendukung pelanggaran Israel pada hak nasional dan hak asasi manusia rakyat Palestina," ujar Erekat.
Pemukiman warga di wilayah yang diduduki Israel adalah salah isu paling panas dalam upaya untuk memulai kembali pembicaraan damai Israel-Palestina yang dibekukan sejak 2014.
Setelah puluhan tahun membangun pemukiman, Israel memperkirakan ada lebih dari 400.000 warga Israel kini tinggal di Tepi Barat di antara 2,9 juta warga Palestina.
Selain pemukiman di Tepi Barat, terdapat sekitar 212.000 warga Israel yang tinggal di Yerusalem Timur.
Palestina dan banyak negara menganggap permukiman yang dibangun Israel ilegal karena bertentangan dengan hukum internasional.
Berdasarkan Konvensi Jenewa, permukiman di kawasan yang diduduki dalam perang merupakan sesuatu yang dilarang. Israel membantah hal anggapan ini dan menyebut pembangunan permukiman ini dibangun karena alasan kebutuhan keamanan dan koneksi alkitabiah, historis dan politis dengan tanah itu.
Janji Netanyahu untuk menganeksasi Tepi Barat merupakan langkah terbarunya untuk menarik suara di tengah tekanan akan masa depannya sebagai orang nomor satu di Israel.
Sepanjang kampanye, Netanyahu terus diterpa isu keterlibatan dalam kasus korupsi setelah jaksa agung Israel secara terbuka mengumumkan pada bulan Februari bahwa ia bermaksud untuk menuntut Netanyahu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 30 September 2026 tersedia 12 perjalanan. Cek jam berangkat dari Palur hingga tiba di Jogja.
Jadwal KSPN Jogja ke Gunungkidul Rabu 30 September 2026 tersedia untuk rute Obelix Sea View dan Pantai Drini. Cek tarif dan jamnya.
Erick Thohir meminta Timnas Indonesia tak meremehkan Bangladesh pada laga terakhir Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 di SUGBK.
Mediasi tambang CV BKS dan warga Padukuhan Karang Kulon Progo menghasilkan titik temu. Pemda DIY menjelaskan legalitas perizinan.
Jadwal SIM Keliling Kulonprogo hari ini 30 September 2026, lengkap dengan lokasi, jam pelayanan, syarat, dan ketentuan perpanjangan SIM.