Startup AI Dokai Diakuisisi Bolt.new, Ini Teknologi yang Dibawa
Bolt.new mengakuisisi startup AI asal San Francisco, Dokai, untuk memperkuat agen AI dan kemampuan platform menangani workflow enterprise.
Capres-cawapres Nomor Urut 02 Prabowo (kiri)-Sandiaga Uno bersiap mengikuti debat pertama Pilpres 2019, di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (17/1/2019). Debat pertama mengangkat tema Hukum, HAM, Korupsi, dan Terorisme./ANTARA-Sigid Kurniawan.
Harianjogja.com, JAKARTA--Emak-emak pendukung Capres dan Cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno nekat berkampanye di mal kawasan Jakarta meski sudah dilarang satpam.
Dalam video yang beredar, emak-emak tersebut sudah dilarang oleh petugas keamanan dan pengelola mal. Namun,mereka yang mengenakan seragam berwarna biru itu tetap berkampanye dalam mal.
Video aksi emak-emak ini diunggah akun Twitter @optimistjkw2019. Dalam akun itu, tampak sekitar puluhan emak-emak terus menerus meneriaki nama Prabowo di dalam mal.
"Kejadian tadi pagi di sebuah mal di Jakarta. Emak-emak dari 02 dengan brutalnya nekat kampanye di mal. Walaupun sudah dilarang security tetap nekat dan mentang-mentang," tulis akun itu seperti dikutip Suara.com, Jumat (5/4/2019).
Dalam video itu, tampak para emak-emak tak hentinya berteriak menyebut nama Prabowo.
Sementara dari lantai atas mal, tampak beberapa satpam yang mengenakan seragam hitam memohon kepada pentolan emak-emak agar tidak berkampanye.
"Bodo amat dilarang yang penting Prabowo. Nggak boleh kampanye kata satpamnya. Cuma bodo amat yang penting Prabowo menang," kata salah seorang emak yang memvideokan momen itu.
Beberapa emak-emak lainnya malah tertawa melihat satpam mal tampak kebingungan menenangkan mereka yang tiada henti memekikkan nama Prabowo.
"Emak-emak dilawan," teriak massa emak-emak.
Bahkan, ada pula seorang emak-emak yang naik ke atas kursi dan menyemangati emak-emak lainnya untuk terus meramaikan mal dengan meneriakkan nama Prabowo.
Mendapat aba-aba, massa semakin melantangkan teriakan dan mengacungkan simbol dua jari.
Aksi nekat emak-emak ini mendapatkan beragam respons warganet. Banyak warganet yang menyayangkan sikap emak-emak yang nekat berkampanye di dalam mal meskipun telah dilarang.
"Bener di mall daerah Pondok Indah, tapi bukan tadi pagi. Ini kejadian tanggal 27 Maret 2019 waktu sore menjelang malam. Kata cleaning service udah rame dari jam 15.00 WIB," kata @4rnanda.
"Tukang maksa. Orang-orang ini akan selalu masa bodo dengan peraturan, semua akan mereka tabrak demi menuhin egonya. Kasihan," ujar @idevanty.
"Dipikir itu mall milik pemimpin mereka mungkin. Seenaknya sendiri. Kalau sudah tidak diizinkan ya udah jangan ngeyel mentang-mentang orang kaya," ungkap @izzaheweh.
"Ngelihat satpamnya sampe mau nangis gue. Bisa ngerasain rasanya dia kerja terus menjalani kewajibannya eh malah digituin," tutur @_georgia16.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : suara.com
Bolt.new mengakuisisi startup AI asal San Francisco, Dokai, untuk memperkuat agen AI dan kemampuan platform menangani workflow enterprise.
AS mengerahkan dua baterai rudal Patriot tambahan ke Saudi dan Qatar untuk melindungi fasilitas energi di tengah ancaman konflik Iran.
Angka pernikahan di Jogja turun. Pendidikan, karier, ekonomi hingga ketakutan gagal berumah tangga memengaruhi keputusan anak muda.
Sebanyak 1.001 pembatik meramaikan Malioboro lewat Simfoni 1001 Pembatik, mengajak masyarakat mengenal proses dan budaya batik.
Angka pernikahan di Kota Jogja terus menurun. Kemenag mencatat rata-rata perempuan menikah usia 22-25 tahun dan laki-laki 25-28 tahun.
Pawukon merupakan bagian dari penanggalan Jawa yang mengenal 30 wuku. Simak perbedaan Pawukon, wuku, dan weton.