Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 13 Mei 2026 Lengkap
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 13 Mei 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta dengan tarif Rp8.000 sekali perjalanan
Ilustrasi sejumlah wisatawan menikmati keindahan pemandangan di sekitar Candi Banyunibo, Dusun Cepit, Desa Bokoharjo, Kecamatan Prambanan, Sabtu (30/6/2018).Harian Jogja-Fahmi Ahmad Burhan
Harianjogja.com, JOGJA—Komunitas Fotografi Makro, March Macro kembali menggelar gathering keempat kalinya di Candi Banyunibo, Dusun Cepit, Bokoharjo, Prambanan, Sleman, DIY pada Sabtu (30/3/2019) dan Minggu (31/3/2019). Kegiatan yang mengangkat tema Unity ini diikuti ratusan fotografer yang secara khusus membidangi fotografi makro baik secara nasional maupun internasional.
Penggagas Kegiatan March Macro #4 Teguh Santoso menjelaskan pemilihan Candi Banyunibo sebagai tempat kegiatan, selain menarik menjadi objek foto, sekaligus ada pesan kerukunan. Berdasarkan perkiraan para pakar, kata dia, pembangunan Candi Banyunibo antara 842 – 850 Masehi sebagai salah satu upaya menjaga kerukunan di antara umat beragama, khususnya Hindu dan Budha saat itu. Oleh karena itu, ia sepakat mengangkat tema tentang Unity, dengan harapan ada kerukunan yang tercipta di tengah panas perpolitikan jelang Pemilu 2019.
Isu itu sengaja diangkat tak lain karena akhir-akhir ini masyarakat mulai terkotak-kotak oleh pilihan masing-masing saat jelang Pemilu dan pilpres 2019. Teguh tidak menampik, kenyataan itu juga terjadi di kalangan komunitas fotografi makro, seperti halnya istilah cebong dan kampret. Karena itulah, melalui fotografi diharapkan bersatu tanpa melihat latar belakang dan perbedaan dalam menentukan pilihan pada Pilpres.
“Di Banyunibo ini sarat makna persatuan dan kerukunan, salah satunya itulah yang juga ingin kami bangun di acara ini. Bukan hanya masalah tempat, tetapi pada tahun politik yang penuh dengan polarisasi perbedaan yang begitu tajam di antara teman-teman sendiri, silaturahmi dan toleransi menjadi sebuah keharusan,” terang dia dalam rilisnya, Jumat (29/3/2019).
“Para fotografer makro yang penganut kecebong juga banyak, kampret juga banyak, saya persilahkan semua hadir, intinya kami ingin menyatukan seperti tema acara,” ujarnya.
Teguh mengatakan, dalam berkegiatan itu pihaknya melibatkan masyarakat sekitar, termasuk untuk menyediakan berbagai keperluan peserta seperti makanan. Kemudian menyediakan pameran foto dengan sasaran pelajar usia TK, SD hingga SMP yang berada di sekitar lokasi kegiatan serta lomba mewarnai foto makro bagi pelajar SD. ““Tujuannya adalah untuk lebih mengenalkan kehidupan hewan kecil di sekitar tempat tinggal mereka. Selain itu memberikan pesan kepada mereka tentang menjaga lingkungan,” ucapnya.
Ketua Panitia March Macro #4 Yanis Setiawan mengatakan jumlah peserta lebih dari 100 orang dari berbagai kota di Indonesia. Selain itu ada beberapa peserta seperti dari Malaysia. Meski pihaknya belum menggandeng Dinas Pariwisata, namun ia meyakini event tersebut mampu mendatangkan wisatawan ke DIY. Karena faktanya para peserta dari berbagai kota datang ke Jogja sembari berlibur, bahkan beberapa hari sebelum pelaksanaan sudah ada yang datang.
“Nilai tambah yang ingin kami unggulkan adalah keterlibatan masyarakat di sekitar Candi Banyunibo secara nyata pada event kali ini. Sajian kuliner kali ini sebagian akan disediakan ibu-ibu penduduk Desa di sekitar Candi Banyunibo, terutama pada saat hunting makro. Pameran foto macro di Pendopo Joglo yang berada di kawasan candi,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 13 Mei 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta dengan tarif Rp8.000 sekali perjalanan
Rusia menyerahkan 528 jenazah tentara kepada Ukraina dalam proses repatriasi terbaru di tengah perang yang masih berlangsung.
Erupsi Gunung Semeru disertai awan panas guguran, kolom abu 1.000 meter, status tetap Level III Siaga.
Pakar Hukum Tata Negara Unej meminta BK DPRD Jember memberi sanksi tegas kepada legislator yang bermain gim saat rapat.
Tiket laga kandang terakhir PSIM Jogja vs Madura United di SSA Bantul habis terjual, 8.500 suporter siap padati stadion.
Sebanyak 11 pemain masuk nominasi IBL Sportsmanship Award 2026 berkat permainan bersih sepanjang musim reguler IBL.