Advertisement
Komunitas Ini Satukan Cebong dan Kampret Melalui Fotografi Makro…
Ilustrasi sejumlah wisatawan menikmati keindahan pemandangan di sekitar Candi Banyunibo, Dusun Cepit, Desa Bokoharjo, Kecamatan Prambanan, Sabtu (30/6 - 2018).Harian Jogja/Fahmi Ahmad Burhan
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Komunitas Fotografi Makro, March Macro kembali menggelar gathering keempat kalinya di Candi Banyunibo, Dusun Cepit, Bokoharjo, Prambanan, Sleman, DIY pada Sabtu (30/3/2019) dan Minggu (31/3/2019). Kegiatan yang mengangkat tema Unity ini diikuti ratusan fotografer yang secara khusus membidangi fotografi makro baik secara nasional maupun internasional.
Penggagas Kegiatan March Macro #4 Teguh Santoso menjelaskan pemilihan Candi Banyunibo sebagai tempat kegiatan, selain menarik menjadi objek foto, sekaligus ada pesan kerukunan. Berdasarkan perkiraan para pakar, kata dia, pembangunan Candi Banyunibo antara 842 – 850 Masehi sebagai salah satu upaya menjaga kerukunan di antara umat beragama, khususnya Hindu dan Budha saat itu. Oleh karena itu, ia sepakat mengangkat tema tentang Unity, dengan harapan ada kerukunan yang tercipta di tengah panas perpolitikan jelang Pemilu 2019.
Advertisement
Isu itu sengaja diangkat tak lain karena akhir-akhir ini masyarakat mulai terkotak-kotak oleh pilihan masing-masing saat jelang Pemilu dan pilpres 2019. Teguh tidak menampik, kenyataan itu juga terjadi di kalangan komunitas fotografi makro, seperti halnya istilah cebong dan kampret. Karena itulah, melalui fotografi diharapkan bersatu tanpa melihat latar belakang dan perbedaan dalam menentukan pilihan pada Pilpres.
“Di Banyunibo ini sarat makna persatuan dan kerukunan, salah satunya itulah yang juga ingin kami bangun di acara ini. Bukan hanya masalah tempat, tetapi pada tahun politik yang penuh dengan polarisasi perbedaan yang begitu tajam di antara teman-teman sendiri, silaturahmi dan toleransi menjadi sebuah keharusan,” terang dia dalam rilisnya, Jumat (29/3/2019).
BACA JUGA
“Para fotografer makro yang penganut kecebong juga banyak, kampret juga banyak, saya persilahkan semua hadir, intinya kami ingin menyatukan seperti tema acara,” ujarnya.
Teguh mengatakan, dalam berkegiatan itu pihaknya melibatkan masyarakat sekitar, termasuk untuk menyediakan berbagai keperluan peserta seperti makanan. Kemudian menyediakan pameran foto dengan sasaran pelajar usia TK, SD hingga SMP yang berada di sekitar lokasi kegiatan serta lomba mewarnai foto makro bagi pelajar SD. ““Tujuannya adalah untuk lebih mengenalkan kehidupan hewan kecil di sekitar tempat tinggal mereka. Selain itu memberikan pesan kepada mereka tentang menjaga lingkungan,” ucapnya.
Ketua Panitia March Macro #4 Yanis Setiawan mengatakan jumlah peserta lebih dari 100 orang dari berbagai kota di Indonesia. Selain itu ada beberapa peserta seperti dari Malaysia. Meski pihaknya belum menggandeng Dinas Pariwisata, namun ia meyakini event tersebut mampu mendatangkan wisatawan ke DIY. Karena faktanya para peserta dari berbagai kota datang ke Jogja sembari berlibur, bahkan beberapa hari sebelum pelaksanaan sudah ada yang datang.
“Nilai tambah yang ingin kami unggulkan adalah keterlibatan masyarakat di sekitar Candi Banyunibo secara nyata pada event kali ini. Sajian kuliner kali ini sebagian akan disediakan ibu-ibu penduduk Desa di sekitar Candi Banyunibo, terutama pada saat hunting makro. Pameran foto macro di Pendopo Joglo yang berada di kawasan candi,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Lonjakan Kendaraan Arus Balik, Rest Area di Tol Ini Ditutup
- Listrik Kuba Kembali Padam Saat Tekanan Krisis Energi Meningkat
- Ledakan Petasan di Pamekasan Bongkar Produksi Berdaya Ledak Tinggi
- China Desak Penghentian Konflik Timur Tengah Saat Idulfitri
- Konflik Gas Iran-Qatar Picu Lonjakan Harga, Trump Berubah Arah
Advertisement
Satu Napi di Wonosari Langsung Bebas Setelah Dapat Remisi Lebaran
Advertisement
Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata
Advertisement
Berita Populer
- Polres Bantul Imbau Pengunjung Parangtritis Waspada
- Perahu Nelayan Rusak Diterjang Gelombang Pasang di Pantai Depok
- Arus Balik, Kendaraan lewat Tol Purwomartani Tembus 1.450 Per Jam
- Arus Meningkat, GT Purwomartani Dibuka hingga Pukul 20.00 WIB
- Wisata Bantul Mulai Ramai, Pantai Masih Jadi Favorit
- Arus Kendaraan di Perbatasan DIY Melonjak
- Polda DIY Cek Kesiapan Arus Balik, Ini Hasilnya
Advertisement
Advertisement







