Suharso PPP Sebut Rommy Bak Meteor Yang Jadi Pemimpin Bangsa

Plt. Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Suharso Monoarfa saat menghadiri pembukaan Mukernas III Dewan Pimpinan Pusat PPP di Bogor, Jawa Barat, Rabu (20/3/2019). - Bisnis/Nurul Hidayat
21 Maret 2019 11:47 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA--Suharso Monoarfa terpilih menjadi pelaksana tugas (Plt) Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) untuk menggantikan Romahurmuziy alias Rommy yang terjerat korupsi. Di mata Suharso, Rommy seperti meteor untuk menjadi calon pemimpin bangsa di kemudian hari.

Suharso Monoarfa menegaskan bersedia menjadi Plt. Ketua Umum PPP bukan karena ingin mencari jabatan, tapi ingin menyelamatkan PPP agar tetap eksis dan tetap berada di parlemen.

"Saya tidak pernah bermimpi, untuk berdiri di sini, menerima mandat ini yang sungguh berat bagi saya. Bagi saya saudara Rommy [Romahurmuziy] itu adalah anak saya, juga adik saya," kata Suharso Monoarfa dalam sambutannya setelah dikukuhkan sebagai Plt. Ketua Umum PPP pada Musyawarah Kerja Nasional (MUkernas) III di Cisarua, Bogor, Jawa Barat, Rabu (20/3/2019) malam.

Dengan mulai terbata-bata, Suharso mengatakan bahwa dirinya sungguh tidak mengira akan terjadi peristiwa yang dihadapi Romahurmuziy. "Dalam pandangan saya, Rommy seperti meteor untuk menjadi calon pemimpin bangsa di kemudian hari, semua kapasitasnya ada pada beliau, bibit, bebet, bobot, tapi juga terjungkal," katanya dengan nada yang berat.

Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) ini menyatakan, bahwa PPP adalah partai dengan lambang ka'bah. "ka'bah letaknya di Mekkah. Mekkah itu asal katanya Bakkah yang artinya air mata. Apakah karena itu kemudian partai kita ini penuh dengan air mata?" katanya sambil mulai terisak.

Pada kesempatan tersebut, Suharso juga mengajak seluruh jajaran struktur partai untuk melakukan introspeksi dan bangkit kembali. Menurut dia, pemilu legislatif dan pemilu presiden 2019, tinggal menghitung hari. Hanya tersisa waktu 27 hari lagi.

"Saya ingin PPP dapat melampaui batas persyaratan parliamentary threshold 4 persen, sehingga tetap bertahan di parlemen," katanya.

Pada kesempatan tersebut, Suharso meminta seluruh jajaran DPW, DPC, hingga ke akar rumput untuk kompak, loyal, dan militan, dalam memenangkan PPP di daerah masing-masing.

Menurut Suharso, kebangkitan PPP dimulai dari militansi pemimpinnya di semua tingkatan yang kemudian ditularnya kepada seluruh kader dan simpatisan.

Suharso juga mengajak para peserta Mukernas untuk menggemakan yel-yel yang dulu pernah ada di PPP yakni "Yuk, coblos ka'bah".

Sumber : Antara/Bisnis.com