15 SMP Ini Terpaksa Jalani UN Berbasis Kertas, Mengapa?

Ilustrasi UNBK. - Solopos/Nicolous Irawan
21 Maret 2019 07:17 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, NUNUKAN--Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Nunukan Provinsi Kalimantan Utara menyatakan masih ada 15 sekolah menengah pertama (SMP) yang berada di pedalaman dan pelosok perbatasan Indonesia dengan Malaysia itu melaksanakan ujian nasional (UN) berbasis kertas.

Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Nunukan, Abdul Azis di Nunukan mengungkapkan pada pelaksanaan UN tahun 2019 masih banyak sekolah tingkat SMP sederajat yang belum mampu melaksanakan dengan berbasis komputer.

Hal itu disebabkan oleh kendala akses jaringan telekomunikasi, listrik dan sarana prasarana yang dimiliki sekolah bersangkutan. Ke-15 sekolah tersebut berada di wilayah pelosok dan pedalaman Kabupaten Nunukan.

"Ke-15 SMP yang masih UN berbasis kertas ini karena berada di wilayah pelosok, terpencil yang belum ada listrik, belum punya komputer dan jaringan telekomunikasi," ujar Abdul Azis Rabu (20/3/2019).

Kemudian, kendala lain yang ditemukan sehingga belum bisa dilakukan UNBK adalah ketidakmampuan siswanya terhadap perkemangan teknologi. "Siswa siswinya juga belum paham soal teknologi jadi memang masih berat untuk dipaksakan ujian nasional dengan menggunakan komputer," katanya.

Namun SMP dan sederajat yang akan melaksanakan UN berbasis komputer di Kabupaten Nunukan sebanyak 37 sekolah atau mengalami kenaikan dua sekolah dari sebelumnya baru 35 sekolah pada tahun 2018.

Abdul Azis menjelaskan, pelaksaan UN tahun ini serentak seluruh Indonesia digelar selama tiga hari yakni 22-24 April 2019. Jumlah siswa siswi yang terdaftar sebagai peserta sebanyak 3.020 orang terdiri 1.545 laki-laki dan 1.475 perempuan.

Sedangkan pelaksanaan UN tingkat SD sederajat diikuti 3.675 orang dimana masih menggunakan kertas. Kemudian soal ujiannya dibuat oleh tim lokal sebanyak 80% dan 20% dibuat secara nasional.

Sumber : Antara