Ketum PPP Kena OTT, TKN: Bukti Isu Jokowi Mengkriminalisasi Lawan Politik Tidak Benar

Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy (kiri) didampingi Sekjen Arsul Sani menghadiri acara pembukaan Rapimnas IV dan Workshop Nasional PPP di Jakarta, Selasa (26/2/2019). - ANTARA/Reno Esnir
15 Maret 2019 17:42 WIB Lalu Rahadian News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA--Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin menanggapi kabar ditangkapnya Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy (Romi) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Hal itu dilakukan karena Romi adalah Ketua Umum PPP yang mengusung Jokowi-Ma’ruf di pemilu 2019.

Juru Bicara Milenial TKN Syafril Nazirudin mengatakan, jika kabar OTT tersebut benar maka hal itu membuktikan tidak adanya tebang pilih yang dilakukan penegak hukum di era kepemimpinan Jokowi.

“Hal itu juga membuktikan bahwa isu Jokowi mengkriminalisasi lawan politik dan sebagainya tidak benar. Jokowi benar-benar tidak pernah mengintervensi permasalahan hukum,” tutur Syafril kepada Bisnis, Jumat (15/3/2019).

Romi dikabarkan tertangkap KPK di salah satu daerah pada Provinsi Jawa Timur. Kabid Humas Polda Jawa Timur Kombes Frans Barung Mangera mengatakan, Polda Jawa Timur telah membantu KPK dalam melakukan OTT tersebut.

Barung menyebut penangkapan itu dilakukan Jumat (15/3/2019) ini. Akan tetapi, dia tidak menjelaskan lebih lanjut terkait kasus yang membuat Romi ditangkap KPK.

TKN dikabarkan segera menggelar rapat untuk menanggapi kasus yang menjerat Romi. Sementara hingga saat ini belum ada keterangan dari DPP PPP mengenai kabar tertangkapnya Romi. “TKN akan segera rapat untuk koordinasi membahas hal ini,” tutur Syafril.

Sumber : bisnis.com