Agum Gumelar Ungkit Lagi Pemecatan Prabowo dari ABRI, TKN Bantah Kampanye Negatif

Tb Ace Hasan Syadzily, Juru Bicara TKN Jokowi-Ma'ruf - Bisnis/Aziz R
14 Maret 2019 02:17 WIB Aziz Rahardyan News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA — Agum Gumelar yang kini merupakan anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) sekaligus politisi senior Partai Golkar ini mengungkit lagi cerita pemecatan Prabowo Subianto dari Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI).

Juru Bicara TKN Jokowi-Ma'ruf Tb Ace Hasan Syadzily membantah bahwa pihaknya sengaja membuat kampanye negatif yang menyudutkan capres nomor urut 02 Prabowo Subianto lewat video Agum tersebut.

"Tidak ada. Tidak ada upaya dari kami [TKN maupun Partai Golkar] untuk membuat, atau menyebarkan video tersebut," jelas Ace selepas menghadiri diskusi publik di bilangan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu (13/3/2019).

Tetapi, Ace menggarisbawahi bahwa walaupun cerita tersebut bernuansa kampanye negatif, bukan berarti pihak TKN Jokowi-Ma'ruf patut dituduh menyebarkan kebohongan. Terlebih, Agum tidak termasuk anggota TKN.

"Tapi begini, perlu dipahami bahwa itu fakta, bukan hoaks. Pak Agum kan menyebut beberapa nama dalam video tersebut, silahkan konfirmasi saja ke mereka," jelas anggota DPR Komisi VIII dari Fraksi Golkar ini.

"Silahkan dikonfirmasi pada pak SBY, silahkan dikonfirmasi pada pak Subagyo HS, atau ke pak Fachrul Razi, benar nggak pernyataannya pak Agum. Sederhana saja. Simpel saja untuk membuktikan itu hoaks atau bukan," tambahnya.

Sebelumnya, dalam video tersebut, Agum Gumelar bercerita mengenai Dewan Kehormatan Perwira (DKP) yang dibentuk pada 1998 oleh Panglima ABRI saat itu, Jenderal Wiranto untuk mengusut kasus penghilangan paksa sejumlah aktivis yang menyeret Prabowo selaku Komandan Jenderal (Danjen) Kopassus.

Agum menjelaskan lebih lanjut bahwa Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai Kepala Staf Teritorial (Kaster) TNI berpangkat Letnan Jenderal kala itu juga menjadi salah satu anggota DKP bersama dirinya dan Jenderal Subagyo HS, Jenderal Fachrul Razi, Letjen Djamari Chaniago, Letjen Yusuf Kartanegara, serta Letjen Ari J Kumaat.

Anggota DKP terlibat menandatangani surat rekomendasi berisi pemecatan terhadap Prabowo. Sebab itulah, dalam video tersebut, Agum sempat mengritik dukungan SBY sebagai Ketua Umum Partai Demokrat yang mengusung Prabowo sebagai calon presiden di Pilpres 2019.

Sumber : Bisnis.com