Kemendagri Sentil Bupati Pati Sudewo, Ini Penyebabnya
Kementerian Dalam Negeri menyentil Bupati Kabupaten Pati Jawa Tengah Sudewo untuk menjaga lisan dan perbuatannya.
Ilustrasi barang bukti sabu-sabu/Antara-Widodo S. Jusuf
Harianjogja.com, JAKARTA - Hasil laboratorium Rumah Sakit Ketergantungan Obat (RSKO) menyebutkan bahwa politisi Partai Demokrat Andi Arief negatif menggunakan narkotika jenis sabu-sabu. Badan Narkotika Nasional (BNN) angkat bicara mengenai hal tersebut.
Kepala Bagian Humas BNN, Kombes Pol Sulistyo Pudjo mengungkapkan bahwa narkotika jenis sabu tidak bisa terdeteksi di tubuh seseorang jika sudah lebih dari melebihi 3 hari sejak menggunakan sabu.
Andi Arief sendiri menurutnya, sudah ditangkap pada Minggu 3 Maret 2019 dan diobservasi melalui laboratorium RSKO pada Kamis 7 Maret 2019 dan hasilnya negatif menggunakan narkotika.
"Waktu penangkapan itu kan sudah kita tes urin dan hasilnya positif menggunakan sabu. Tes urin ini maksimal bertahan 3 hari untuk mengetahui apakah yang bersangkutan menggunakan narkotika atau tidak," tuturnya, Sabtu (9/3/2019).
Dia berpandangan jika seorang pengguna narkoba, kemudian diambil darahnya untuk di tes agar Polri mengetahui positif menggunakan narkotika atau tidak hanya dapat bertahan 2 hari.
Sementara itu, jika yang dites adalah rambut pengguna narkotika, zat narkotika itu bisa ketahuan paling lama 5 hari.
"Tetapi yang harus diingat bahwa jika seseorang sehabis memakai narkoba itu ada masanya dia terbaca atau tidak terbaca menggunakan narkoba. Baik diambil darah, air seni maupun rambut," kata Pudjo.
Pudjo menjelaskan Wakil Sekjen Partai Demokrat tersebut kini sudah menjadi tanggungjawab pihak RSKO untuk direhabilitasi, bukan kewenangan BNN lagi.
"Sudah diserahkan ke RSKO, langsung tanyakan ke sana," ujarnya.
Sebelumnya, sempat beredar di layanan Whatsapp sebuah foto hasil laboratorium untuk Andi Arief di RSKO, Jakarta Timur. Drug test dengan spesimen urine itu diambil pada Jumat (8/3/2019) pukul 15.30 hingga 16.00 WIB.
Hasilnya, urine Andi Arief dinyatakan negatif dari zat benzodiazepine, cannabis, opiate, amphetamine, dan MDMA. Pemeriksaan itu menggunakan metode rapid chromatographie immunoassay (skrining test).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Kementerian Dalam Negeri menyentil Bupati Kabupaten Pati Jawa Tengah Sudewo untuk menjaga lisan dan perbuatannya.
Dinkes Sleman ungkap keracunan Toragan akibat Salmonella dari makanan hajatan, seluruh pasien kini telah pulih.
Prabowo resmikan Museum Marsinah di Nganjuk, soroti keadilan sosial dan nilai Pancasila dalam kasus buruh Indonesia.
Gunungkidul perketat pengawasan hewan kurban 2026 dengan 120 petugas dan pemeriksaan SKKH di pasar hewan.
BPBD Bantul siapkan Rp20 juta untuk antisipasi El Nino. Potensi kekeringan dan kebakaran mulai dipetakan sejak dini.
Prabowo kunjungi Museum Marsinah Nganjuk, soroti sejarah buruh Indonesia dan perjuangan hak pekerja serta penghormatan pahlawan nasional.