Advertisement
Respons Penanganan Bencana, TNI AU Wacanakan Pendirian Batalyon Kesehatan
Sejumlah perwakilan rumah sakit dan tenaga kesehatan TNI AU berfoto bersama seusai menerima penghargaan di sela-sela Rakorkesau di RSPAU Hardjolukito, Kamis (28/2/2019). - Harian Jogja/Sunartono.
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA--Mabes TNI AU mewacanakan pembentukan Batalyon Kesehatan (Yonkes). Lembaga baru ini rencananya akan dipimpin Perwira Menengah sekelas Letnan Kolonel (Letkol). Keberadaan Yonkes diharapkan dapat memberikan sumbangsih layanan kesehatan terutama ketika terjadi bencana di suatu daerah.
Kepala Subdis Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Angkatan Udara Kolonel Roikhan Harowi menjelaskan, salah satu materi yang menjadi pembahasan dalam rapat koordinasi kesehatan Angkatan Udara (Rakorkesau) di Jogja yaitu rencana pembentukan Batalyon Kesehatan (Yonkes). Mengingat, saat ini TNI AU belum memiliki Yonkes sehingga pembentukan batalyon itu dinilai sangat dibutuhkan.
Advertisement
"Kami sedang mengajukan tahapan validasi organisasinya, setelah itu tahapan selanjutnya, harapannya tahun ini bisa terbentuk, persentase [persiapan menuju Yonkes] sudah 50 persen," terangnya dalam keterangan persnya, Jumat (2/3/2019).
Ia menambahkan, pembentukan Yonkes di lingkungan TNI AU sekaligus untuk merespon program global health security agenda, di mana sektor kesehatan atau rumah sakit harus mampu beroperasi standar internasional. Di sisi lain, Indonesia merupakan daerah bencana, Yonkes TNI AU bisa turut ambil bagian memberikan bantuan ketika terjadi bencana di suatu daerah. Unit khusus melalui Yonkes TNI AU diharapkan bisa memberikan kontribusi yang cepat dan tepat ke depan dalam merespons bencana.
BACA JUGA
"Karena Indonesia berada di ring of fire, kesiapsiagaan harus ada, kami bisa memberikan bantuan lewat Yonkes ini," ujarnya.
Harowi mengatakan, Yonkes ini nantinya akan langsung bermarkas di Mabes TNI AU Jakarta, bersifat mobile 24 jam dan siap ditugaskan sewaktu-waktu. Batalyon ini dimungkinkan akan dipimpin oleh perwira menengah sekelas Letkol dengan membawahi kompi-kompi. Ke depan diharapkan ada kompi seperti kompi nubika atau nuklir biologi dan kimia. Kompi ini secara khusus memantau dan mencegah terjadinya perang menggunakan gas kimia beracun yang sedang ngetren.
"Kalau dari sisi personel juga siap, bisa diambilkan dari personel kesehatan, sambil berjalan bisa melakukan perekrutan," ucapnya.
Rakorkesau merupakan agenda rutin di kalangan TNI AU dengan menghadirkan pengelola rumah sakit TNI AU hingga pejabat di seksi kesehatan di berbagai pangkalan udara di Indonesia. Pada 2019 ini Rakorkesau dihelat di RSPAU Hardjolukito. Para peserta melakukan sejumlah kegiatan lapangan di kawasan Jupiter Paintball, kompleks Lanud Adisutjipto pada Jumat (2/3/2019).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Ngaku Tuhan Kedua, Dukun Cabul di Magetan Setubuhi Istri Pasien
- Vonis Mati Tahanan Palestina oleh Israel Disorot Indonesia
- Kasus Video Profil Desa Karo, Majelis Hakim Bebaskan Amsal Sitepu
- Iran Tolak Gencatan Senjata, Minta Perang Dihentikan Total
- Kondisi Psikologis Aktivis KontraS Andrie Yunus Stabil
Advertisement
BPS: Emping, Ayam, dan BBM Jadi Pemicu Inflasi di Kota Jogja
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Fenomena Pink Moon Muncul 1-2 April, Bisa Disaksikan Malam Ini
- Kirab HUT Sri Sultan HB X, Malioboro Ditutup Mulai Kamis Pagi
- Film Zona Merah Naik Level, Cerita Zombie Kini Menyasar Kota
- Malioboro Ditutup saat Kirab HUT Sultan HB X, Ini Rute Pengalihan Arus
- Ramp Tol Jogja-Solo di Trihanggo Dikebut, Gerbang Tol Segera Dibangun
- Kulonprogo Siapkan Skema Nunut ASN untuk Tekan BBM
- KRL Jogja-Solo Padat Seharian, Ini Jadwal Kamis 2 April 2026
Advertisement
Advertisement








