Advertisement
Pernyataan Sandi tentang Keberpihakan Jokowi kepada UMKM Dibantah Penerusnya di Hipmi
Calon Wakil Presiden Nomor urut 02 Sandiaga Uno memberi sambutan saat Dialog Kewirausahaan OK OCE di Lapak Ngopi, Karawang, Jawa Barat, Senin (18/2/2019). - ANTARA/M Ibnu Chazar
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA — Direktur Penggalangan Pemilih Muda TKN Jokowi-Ma'ruf Bahlil Lahadalia membantah tudingan Sandiaga Uno yang menyatakan pemerintahan Joko Widodo tak berpihak kepada usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).
Bahlil kini menjadi Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi), sedangkan Sandi pernah menjadi Ketua Umum Hipmi. Bahlil mengatakan hal tersebut dengan menyebutkan lima program Jokowi yang berpihak pada UMKM.
Advertisement
"Gini, Bang Sandi itu kan enggak pernah [jadi] pengusaha UMKM. Usahanya bukan UMKM. Jangan tanya UMKM kepada Bang Sandi," ujar Bahlil menyindir seniornya itu sembari bercanda kepada Jaringan Informasi Bisnis Indonesia, Kamis (28/2/2019).
"Kalau dibilang tidak berpihak pada UMKM, saya kasih contoh. Satu, bunga UMKM pada tahun 2014 itu masih 22%," tambah Bahlil selepas menghadiri acara di bilangan Menteng, Jakarta Pusat.
Bahlil menuturkan saat krisis moneter 1998, UMKM-lah yang menyelamatkan bangsa Indonesia dari keterpurukan. Tapi, pemerintahan ketika itu masih mematok bunga tinggi pada Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk UMKM.
"Ketika Pak Jokowi terpilih, dia memangkas bunga UMKM dari 22% menjadi 7%. Apakah itu tidak berpihak?" jelas Bahlil.
Kedua, Bahlil menjelaskan dalam rangka mendorong anak muda yang selesai kuliah menjadi pengusaha, Jokowi membuat kredit tanpa agunan yang dulunya hanya Rp5 juta menjadi Rp25 juta.
Selanjutnya, Bahlil menyebut Jokowi juga berjasa, dengan menurunkan Pajak Penghasilan (PPh) Final yang semula dibebankan sebesar dari 1%, dikurangi menjadi 0,5% saja untuk UMKM.
"Berikutnya, empat, Pak Jokowi membuat, memudahkan aturan-aturan perizinan bagi UMKM. Apakah ini Bang Sandi tidak membaca [keberpihakan tersebut] atau seperti apa yang dia maksudkan?" tanya Bahlil.
Bahlil mengingatkan bahwa dengan beberapa program tersebut, jumlah pengusaha Indonesia berhasil meningkat. Dari 1,55% pengusaha pada 2014, menjadi 1,6% pada 2015, berlanjut 1,65% pada 2016, dan menjadi sekitar 3,1% pada akhir 2017.
"Itu artinya apa? Pak Jokowi tahu betul tentang membuat strategi dalam rangka menciptakan pengusaha-pengusaha baru yang hampir semuanya sebagian besar itu ada pada UMKM," tambah Bahlil.
Terakhir, ketika masih aktif sebagai Ketum Hipmi, Bahlil pun menceritakan pengalamannya bekerja sama dengan pemerintah untuk meningkatkan jumlah pengusaha muda.
"Saya tahu betul bagaimana Pak Jokowi memasukkan sistem bekerja sama dengan organisasi dan asosiasi untuk masuk ke kampus, dalam rangka mengubah mindset, pola pikir anak muda dari karyawan menjadi entrepreneur," ungkap Bahlil.
"Bang Sandi waktu Ketum Hipmi belum menjalankan program itu, saya yang menjalankan," ujar Bahlil dengan nada gurauan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Sejumlah Negara di Eropa Imbau Warganya Tinggalkan Iran karena Protes
- Syafiq Ridhan Ali, Korban Hilang Gunung Slamet Ditemukan Meninggal
- KLH Siapkan Gugatan Triliunan Perusahaan Pemicu Banjir Sumatera
- Anwar Ibrahim Umumkan Malaysia Ikut Misi Kemanusiaan Gaza
- Indonesia Pulangkan 27.768 WNI dari Konflik dan Kejahatan Global
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Diet DASH Terbukti Bantu Turunkan Hipertensi Secara Alami
- Banjir Rendam 25 Desa di Kudus, Lebih 48 Ribu Warga Terdampak
- KLH Siapkan Gugatan Triliunan Perusahaan Pemicu Banjir Sumatera
- Jumlah Pernikahan di Bantul Terus Menurun dalam 3 Tahun Terakhir
- BEI Jogja: Investasi Saham 2026 Tetap Menjanjikan
- Cemaran Toksin, BPOM Minta Nestle Tarik Susu Formula Impor S-26 Promil
- Rutinitas Pagi Terbaik untuk Anak, Kebiasaan Sehat Seumur Hidup
Advertisement
Advertisement





