Advertisement
E-Retribusi di Pasar Kliwon di Kudus Jadi Percontohan
Pegawai Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus menunjukkan kartu e/retribusi. (Antara/Akhmad Nazaruddin Lathif)
Advertisement
Harianjogja.com, KUDUS — Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus, Jawa Tengah menerapkan pembayaran retribusi pasar tradisional dengan sistem elektronik. Penerapan sistem e-retribusi itu diawali dari Pasar Kliwon sebagai proyek percontohan bagi pasar tradisional lainnya.
"Jika berhasil, tentunya bisa diujicobakan di pasar tradisional lainnya," kata Kepala Dinas Perdagangan Kudus Sudiharti di Kudus, Jawa Tengah, Jumat (22/2/2019).
Advertisement
Ia berharap ketika e-retribusi diterapkan di pasar tradisional lainnya, pihak perbankan memfasilitasi pengadaan alat EDC. Dengan e-retribusi, katanya, tentunya banyak keunggulannya, seperti peluang kebocoran retribusi bisa ditekan. Selain itu, diterapkannya e-retribusi diharapkan bisa meningkatkan ketertiban pedagang pasar tradisional di Kudus dalam membayar retribusi.
Terkait kendala di lapangan, dia mengakui, memang ada, terutama alat mesin electronic data capture (EDC) tidak bisa berfungsi optimal ketika berada di dalam bangunan pasar yang memang berkonstruksi beton. Akhirnya, lanjut dia, petugas terpaksa mengambil kartu e-retribusi dari masing-masing pedagang untuk dibawa ke kantor.
"Selanjutnya digesek dengan EDC di kantor karena bisa difungsikan secara optimal," ujarnya.
Adapun jumlah pedagang di Pasar Kliwon, Kudus sebanyak 2.000-an pedagang, sedangkan kartu retribusi secara elektronik yang disiapkan Bank Jateng mencapai 3.000 keping. Pasar Kliwon Kudus terdiri atas 35 ruko, 536 kios, 2.229 los, dan pelataran bisa menampung 43 lapak pedagang.
Direktur Bank Jateng Cabang Kudus Heri Supriyanto membenarkan bahwa e-retribusi sudah mulai diberlakukan. Terkait informasi bahwa EDC sulit dioperasikan saat di dalam bangunan pasar, kata dia, akan dikoordinasikan untuk dicarikan solusi terbaik.
"Jika memang nantinya Pemkab Kudus menganggap program tersebut berhasil dan mau diterapkan di pasar lainnya kami siap," ujarnya. Sementara untuk pengadaan peranti EDC, kata dia, akan dikoordinasikan dengan Dinas Perdagangan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Solopos.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Kraton Keluarkan Lima Gunungan Garebeg Syawal, Ini Maknanya
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Pemudik Bisa Akses Layanan Tambal Ban Gratis di Bantul
- Kemenag Kota Jogja Sudah Data Ratusan Titik Salat Id
- 10 Kontingen Ramaikan Lomba Gema Takbir Jogja 2026, Rebut Piala Sultan
- Komisaris Tinjau Kesiapan PLN di Masjid Raya Baiturrahman Semarang
- Takbir Keliling Disekat, Malioboro Dipastikan Steril
- Aturan WFH Pascalebaran 2026 Berlaku untuk ASN hingga Pegawai Swasta
- Peningkatan Penumpang Terjadi di Terminal Palbapang Bantul
Advertisement
Advertisement




