Pabrik Hidrogen Hijau Pertama Pertamina Siap Beroperasi Tahun Ini
Pertamina menargetkan pabrik hidrogen hijau pertama di PLTP Ulubelu, Lampung, mulai beroperasi pada November 2026.
Kerabat Keraton Solo, K.G.P.H. Puger, mengecek prasasti berbahasa Belanda di Kantor Damkar, Pedaringan, Jebres, Solo, Rabu (13/2/2019). (Solopos/Ichsan Kholif Rahman)
Harianjogja.com, SOLO -- Budayawan yang juga kerabat Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, K.G.P.H. Puger, mengecek langsung kondisi prasasti berbahasa Belanda yang sempat dijadikan meja di Kantor Damkar Solo, Rabu (13/2/2019). Dari hasil pengecekan itu, Puger mengungkapkan lempengan marmer itu benar merupakan prasasti sebagai simbol penghormatan warga Eropa pada pemangku kekuasaan untuk memperingati tumbuh ageng Paku Buwono (PB) X.
Prasasti yang selama ini tak disadari keberadaannya itu diungkap oleh salah satu pegawai Dinas Damkar, Matias Andry, pada Minggu (10/2/2019) lalu.
Di sela-sela pengecekan di Kantor Damkar Pedaringan, Rabu, Puger mengatakan tumbuk ageng merupakan peringatan ulang tahun dalam hitungan Jawa. Tumbuk ageng diperingati oleh seseorang pada usia ke-32 dan ke-64 tahun.
Saat ini, tradisi Jawa itu sudah makin terlupakan. “Tumbuk ageng itu weton, hari, bulan, wuku, dan tahun dalam hitungan jawa yang semuanya sesuai dengan waktu kelahiran Paku Buwono X yang merupakan kakek buyut saya. Kebetulan saya saat ini juga berusia 64 tahun dan penghormatan kepada PB X juga saat berusia 64 tahun,” ujarnya didampingi penasihat hukumnya, Asri Purwanti.
Menurutnya, pada zaman kolonial Belanda, masyarakat Eropa di Kota Solo selalu mendukung raja yang memerintah. Ia mencontohkan gapura pintu masuk Kleco juga merupakan contoh dukungan orang-orang asing yang saat itu berada di Kota Solo.
Ia mengatakan prasasti di Kantor Damkar itu merupakan pemberian bangsa Eropa yang seharusnya terpasang di Lingkungan Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat. Seiring berjalannya waktu, prasasti itu berpindah dan beralih fungsi.
Prasasti itu, lanjutnya, merupakan sarana pengingat budaya weton Jawa Tumbuk Ageng yang saat ini sudah dilupakan masyarakat Jawa. Ia berharap masyarakat Jawa kembali melestarikan budaya-budaya Jawa yang dahulunya orang asing pun mengaguminya.
Anggota Damkar Matias Andry yang menemukan prasasti itu lewat mimpi, menurut Puger, bukanlah kebetulan. Menurut Puger, mimpi itu merupakan petunjuk yang harus digunakan sebagai pengingat untuk melestarikan budaya.
Ia berharap pihak berwenang segera dapat merawat prasasti itu. Saat ini ia akan melakukan penyelidikan mengenai prasasti itu untuk mencari informasi secara mendetail.
Sementara itu, penemu prasasti, Matias Andry, masih menyimpan prasasti itu di Kantor Damkar Pedaringan, Jebres. Ia berharap pihak terkait segera turun tangan mengamankan prasasti bertuliskan kalimat dalam bahasa Belanda itu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Solopos
Pertamina menargetkan pabrik hidrogen hijau pertama di PLTP Ulubelu, Lampung, mulai beroperasi pada November 2026.
Mercedes terancam dilarang jual di AS karena kepemilikan saham China di atas 20%. RUU Senat batasi 15%, namun sinyal tak akan larang merek ini.
BLACKPINK cetak sejarah! Video "Ddu-Du Ddu-Du" tembus 2,4 miliar view di YouTube, pertama dari grup K-Pop. Simak daftar video miliaran mereka.
HP penuh karena WhatsApp? Tenang! Ikuti 4 trik mudah ini untuk mengatur penyimpanan WA, mulai dari nonaktifkan unduh otomatis hingga aktifkan pesan menghilang.
Indonesia menurunkan banyak wakil di Taipei Open 2026. Anthony Ginting, Leo/Daniel hingga Fadia/Amallia siap berburu gelar di Taiwan.
PDI Perjuangan DIY memperingati 30 tahun Kudatuli melalui Panggung Rakyat, doa lintas iman, dialog sejarah, dan pembagian 500 paket sembako.