Advertisement
Jokowi Disebut Cak Jancuk Oleh Pendukungnya, Pengamat : Jangan Sembarangan Beri Gelar
Pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Joko Widodo (kiri) dan Ma'ruf Amin mengikuti debat pertama Pilpres 2019, di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (17/1/2019). - ANTARA/Sigid Kurniawan
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Gelar Cak Jancuk yang diberikan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) dari para pendukungnya justru menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Mengingat, dalam bahasa daerah Jawa Timur Jancuk lebih bersifat negatif. Gelar Cak Jancuk itu diberikan oleh pendukung Jokowi di Surabaya, pada Sabtu (2 /2/2019).
Pengamat politik dari Indonesian Public Institute (IPI) Jerry Massie menilai, pemberian gelar tidak boleh serampangan, apalagi kepada seorang kepala negara. Ia pun memperingatkan bagi siapa saja, termasuk relawan calon presiden petahana itu.
Advertisement
"Seseorang kalau memberikan gelar, jangan sembarangan. Apalagi, kepada seorang presiden. Kan presiden ada ahli budaya dan bahasa juga, seharusnya setiap kali ada julukan disematkan padanya maka perlu dikaji dulu secara komprehensif," ucap Jerry, Selasa (5/2/2019).
Menurut dia, kajian secara bahasa itu penting agar tidak menimbulkan simpang siur apalagi membuat kegaduhan di publik. Sebab, bisa saja ada penyusup yang sengaja membuat elektabilitasnya turun.
BACA JUGA
Secara bahasa Surabaya, arti Jancuk juga sangat kurang sopan dan mengarah ke negatif dan tidak layak disematkan kepada orang terpandang, apalagi sekelas presiden. "Menggunakan bahasa daerah dan atribut sebaiknya perlu dibicarakan apa efek dominonya. Keuntungan dan kekurangannya apa? Karena saat ini rentan cibiran dan kritikan," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Kepuasan Publik ke Trump Turun, Dipicu BBM dan Konflik Iran
- Guru Besar UIN: Kasus Penyiraman Aktivis Harus Dilihat sebagai Oknum
- Arus Balik, Rest Area Tol Cipali Diberlakukan Sistem Buka-Tutup
- Resmi, One Way Nasional Arus Balik Lebaran 2026 Berlaku Mulai Hari Ini
- Puncak Arus Balik 2026: Rest Area KM 62B dan 52B Tol Japek Ditutup
Advertisement
Arus Balik Mulai Padat di Bantul, Akses Parangtritis Diatur Satu Arah
Advertisement
Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata
Advertisement
Berita Populer
- Peningkatan Arus Balik Lebaran di Bantul, Jalan Tetap Lancar
- FIFA Series Digelar di GBK, Indonesia Uji Kesiapan
- Satu Napi di Wonosari Langsung Bebas Setelah Dapat Remisi Lebaran
- Debut Pelatih Baru dan Kembalinya Bek di Skuad Garuda Jadi Sorotan
- Krisis Energi, Korsel Ketatkan Pembatasan Kendaraan di Hari Kerja
- Gempa Magnitudo 7,6 Guncang Tonga Peringatan Tsunami Dikeluarkan
- Besok Masuk Kerja ASN Bantul Diminta Tancap Gas Meski WFA
Advertisement
Advertisement







