Indeks Persepsi Korupsi: Poin Indonesia Naik Tipis

Aktivis antikorupsi melakukan aksi di Tugu Palsu Putih, Rabu (19/9/2018). Mereka mendukung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan menuntut agar melakukan penindakan di DIY. - Harian Jogja/Irwan A. Syambudi
29 Januari 2019 19:25 WIB Ilham Budhiman News Share :

Harianjogja.com, JOGJA — Transparency International Indonesia merilis Indeks Persepsi Korupsi (IPK) atau Corruption Perceptions Index (CPI) 2018. Indonesia naik peringkat, kini berada di posisi ke-89 dengan skor 38.

Pada 2017, perinngkat Indonesia ada di anak tangga ke-96 dengan skor 37. Artinya, Indonesia cenderung  stagnan dalam pemberantasan korupsi.

IPK atau CPI dihitung oleh Transparency International dengan skala 0-100. Angka 0 menunjukkan paling korup, sedangkan angka 100 paling bersih. Adapun total negara yang dihitung adalah 180.

Manajer Departemen Riset Transparency International Indonesia (TII) Wawan Sujatmiko mengatakan dalam skala Asia Tenggara, Indonesia menempati urutan ke-4 setelah Malaysia, Brunei Darussalam, dan Singapura di peringkat pertama.

"Di ASEAN, Indonesia mendapat peringkat ke-4, naik satu poin dari tahun sebelumnya. Sementara yang paling buncit adalah Kamboja dengan skor 20," katanya dalam pemaparan hasil riset, Selasa (29/1/2019).

Hasil ini pun sebenarnya relatif baik dibandingkan dengan 10 tahun terakhir. Pada 2010, misalnya, Indonesia mendapat skor 28. Wawan menyebut secara grafik Indonesia mengalami peningkatan sebesar satu poin setiap tahunnya.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia