Usai Kongres, Satgas Antimafia Periksa Plt Ketua Umum PSSI

PSSI - PSSI.Org
21 Januari 2019 19:17 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA -- Penyidik Satuan Tugas (Satgas) Antimafia Bola Polri akan segera memeriksa Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum PSSI Joko Driyono terkait kasus dugaan skandal pengaturan skor pertandingan sepak bola Indonesia. Pemeriksaan itu akan dilakukan setelah Kongres PSSI selesai digelar.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo mengungkapkan, untuk mengusut skandal mafia persepakbolaan di Indonesia, Joko Driyono bersedia untuk diperiksa oleh Polisi. Namun, pemeriksaan akan dilakukan usai pelaksanaan Kongres PSSI di Bali.

"Beliau [Joko Driyono] juga bersedia memberikan keterangan. Sudah siap memberikan keterangan. Lewat pengacaranya, beliau ingin fokus di Kongres PSSI dulu. Selesai kongres, ia akan memberikan keterangan," kata Dedi di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (21/1/2019).

Ia menekankan, PSSI dalam hal ini mengklaim akan mendukung penuh langkah dari Polri untuk memberangus mafia bola yang merusak citra Indonesia itu. Oleh sebab itu, kata Dedi, pihaknya akan mengusut tuntas perkara ini.

"Makanya tadi saya bilang, kita fokus di liga tiga dulu. Nanti sudah clear nanti masuk ke liga dua. Kamu sudah punya masuk pintunya, jadi secara bertahap, jangan terlalu buru-buru," katanya.

Joko Driyono didapuk menjadi Plt Ketua Umum PSSI setelah Edy Rahmayadi mengumumkan pengunduran dirinya saat Kongres PSSI. Dalam persepakbolaan Indonesia, nama Joko Driyono sudah tak asing lagi di tubuh PSSI.

Polisi telah menetapkan empat orang sebagai tersangka dalam kasus pengaturan skor. Mereka adalah mantan Ketua Asprov PSSI DIY Dwi Irianto alias Mbah Putih, anggota Komite Eksekutif PSSI Johar Lin Eng, mantan anggota Komisi Wasit PSSI Priyanto dan anaknya, Anik Yuni Artika Sari yang merupakan wasit futsal.

Kemudian, Satgas Antimafia Bola Polri kembali menetapkan lima orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan skandal pengaturan skor pertandingan sepak bola Indonesia. Tak hanya itu, polisi juga telah menetapkan eks manajer PS Mojokerto Vigit Waluyo dalam perkara ini.

Sumber : Okezone.com