Pertamina Sisir Perairan Karawang Cek Dugaan Kebocoran Pipa Gas
PHE ONWJ menyisir perairan Karawang usai dugaan kebocoran pipa gas. Hasil pemeriksaan menunjukkan fasilitas operasi tetap aman dan normal.
Pekerja beraktivitas di kawasan proyek pembangunan Apartemen Meikarta, di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Senin (15/10/2018)./ANTARA-Risky Andrianto
Harianjogja.com, BANDUNG – Anggota Fraksi PDIP DPRD Jawa Barat Waras Wasisto disebut sebagai dalang dalam mengalirkan uang suap proyek Meikarta sampai ke Sekda Provinsi Jawa Barat Iwa Karniwa. Politisi PDIP itu disebut menjadi pintu masuk mengalirnya duit panas itu ke kantong Sekda Jabar. Hal itu terungkap dalam kesaksian Kabid Tata Ruang Dinas PUPR Pemkab Bekasi, Neneng Rahmi Nuraeli.
Dalam kesaksiannya, Kepala Bidang Tata Ruang PUPR Pemkab Bekasi, Neneng Rahmi Nuraeli menyampaikan terkait pemberian uang terhadap Iwa Karniwa untuk pengurusan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR).
"Pak Henry [Sekdis Pariwisata Budaya Pemuda dan Olahraga Pemda Bekasi] menyampaikan ke saya ada link di provinsi Pak Sekda Iwa melalui Pak Waras DPRD Provinsi Jabar dan bapak Sulaeman Kabupaten Bekasi DPRD Kabupaten," kata Neneng di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Bandung, Senin (21/1/2019).
Neneng mengatakan, negoisasi untuk bantuan pengurus RDTR oleh Sekda Iwa dilakukan di rest area tol, pertemuannya dilakukan pada akhir 2017. "Ada pertemuan terlebih dahulu, waktu itu di rest area, saya lupa KM-nya berapa. Nah, waktu itu saya diajak. Adapun dalam pertemuan tersebut, dihadiri Henry Lincoln, Waras, dan Iwa [Sekda Jabar]," katanya.
Namun, Neneng mengaku tidak terlibat dalam pertemuan yang disebutnya untuk negoisasi pengurusan RDTR kepada Sekda Jabar Iwa Karniwa.
"Dari pertemuan tersebut, Henry sampaikan ke saya untuk proses RDTR meminta Rp1 miliar dalam rangka bakal calon gubernur," ungkapnya.
Henry, lanjut Neneng, juga menyampaikan, untuk pengurusan proses RDTR tinggal diminta kepada pihak Meikarta. Uang yang minta Sekda Iwa, kata Neneng, diberikan melalui Sulaeman dan Waras. Uangnya sendiri didapat dari pemberian Meikarta senilai Rp1,4 miliar.
Pemberian uang Rp1 miliar itu dilakukan pada akhir 2017. "Rp1 miliarnya diserahkan ke DPRD kabupaten, sisa Rp400 juta. Kemudian, Rp500 juta saya mintakan ke Meikarta jadi total Rp900 juta. Teknis pemberiannya dua kali, via Pak Hendry dan Sulaeman," ujar Neneng.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone.com
PHE ONWJ menyisir perairan Karawang usai dugaan kebocoran pipa gas. Hasil pemeriksaan menunjukkan fasilitas operasi tetap aman dan normal.
Polresta Banyumas memeriksa sedikitnya 10 saksi untuk mengusut ambruknya tribun VIP Drift Speed Fest yang melukai sekitar 83 penonton.
Galaxy Watch Ultra2, smartwatch yang memadukan fitur pendukung aktivitas luar ruang dengan insight kesehatan berbasis AI melalui Samsung Health.
ESDM menyatakan Indonesia masih bertahan dalam survival mode menghadapi gejolak harga minyak dunia akibat konflik geopolitik.
KAI Daop 6 Jogja masih mencatat 14 pelintasan liar hingga Juli 2026. Delapan titik ditutup tahun ini, total 42 perlintasan ditutup sejak 2023.
Survei SMRC menunjukkan hanya 15,7% masyarakat menilai ekonomi Indonesia baik, sementara penilaian negatif terhadap ekonomi dan hukum meningkat.