Advertisement
Jokowi Meradang Disebut Antek Asing
Presiden RI Joko Widodo menunjukkan buku yang memuat sejarah perkembangan gedung madrasah saat hadir dan berpidato dalam acara resepsi milad 1 abad Madrasah Mu'allimin-Mu'allimat Muhammadiyah di Jalan Letjen S. Parman, Jogja, Kamis (6/12/2018). Jokowi dalam kunjungan kerjanya di Jogja juga bersilaturahmi dengan Sri Sultan HB X di Kraton Jogja. - Harian Jogja/Desi Suryanto
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA- Joko Widodo angkat bicara soal isu yang menyatakan dirinya sebagai antek asing.
Capres nomor urut 1 Jokowi menepis isu dirinya yang dituding sebagai antek kekuatan asing, saat berpidato dalam deklarasi dukungan Alumni Universitas Indonesia kepada Jokowi – Maruf Amin, di Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (12/1/2019).
Advertisement
"Presiden Jokowi isu-isunya banyak di bawah. Mungkin di sini tidak ada, tetapi Presiden Jokowi diisukan antek asing , antek asing, antek asing," ujar Jokowi.
Namun, kata mantan Gubernur DKI Jakarta itu, pemerintahannya menepis isu itu dengan mengembalikan aset bangsa yang dikuasai pihak asing.
BACA JUGA
"Blok Mahakam sebelumnya dikelola Jepang dan Prancis, kini 100 persen punya Pertamina. Chevron kini Pertamina. Bulan Desember 2018, 51 persen saham Freeport kita kuasai. Pertanyaan saya, antek asingnya ada di mana?" jelasnya.
Jokowi juga mengatakan tak mudah merebut saham Freeport . Sebab, pemerintah butuh waktu empat tahun agar mendapat saham tersebut.
"Dipikir merebut 51 persen saham Freeport selama 4 tahun itu mudah? Sangat sulit sekali, sangat sulit sekali.”
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Suara.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Ze Valente Akui Masih Punya Ikatan Emosional dengan PSS Sleman
- Jadwal Proliga 2026 Hari Ini: Popsivo vs Medan, Bhayangkara Main
- Suzuki Gandeng Capcom, Hadirkan DR-Z4S Monster Hunter Edition
- Agenda Event, Pariwisata, Konser dan Olahraga, 8 Januari 2026
- Akuisisi AI Manus oleh Meta Disorot, China Evaluasi Kontrol Ekspor
- Ekonom UMY Proyeksikan Ekonomi DIY 2026 Tumbuh di 4,9-5,5 Persen
- KUHAP Baru Berlaku, Satpol PP Bantul Masih Tunggu Aturan Teknis
Advertisement
Advertisement





