Advertisement
Setuju Tol Bawen-Jogja dan Solo-Jogja, Pemprov Jateng Minta Syarat Ini
Kendaraan bermotor melaju saat hari pertama pengoperasian jalan tol Salatiga-Kartasura di Susukan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Jumat (21/12 - 2018). (Antara/Aditya Pradana Putra)
Advertisement
Harianjogja.com, SEMARANG — Pembangunan jalan tol Bawen-Jogja dan Solo-Jogja mulai menunjukkan titik terang. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah akhirnya menyetujui pembangunan jalan tol tersebut, namun dengan syarat adanya exit tol di dekat kawasan situs cagar budaya.
Jalan tol yang menghubungkan Bawen di Jawa Tengah dan Jogja di Daerah Istimewa Yogyakarta panjangnya 77 km. Jalan bebas hambatan itu dimulai dari Ambarawa menuju Pringsurat, Magelang, lalu Mungkid. Adapun di DI Yogyakarta, jalan tol itu melintasi Bendung, Karangtalun, Minggir, dan Sleman. Kemudian memanjang sampai ringroad utara. Total investasinya Rp12,139 triliun.
Advertisement
Sedangkan tol Solo-Jogja panjangnya mencapai 54 km dengan nilai investasi Rp19 triliun. Diawali dari Solo, Klaten, dan berakhir di Jogja. Rencananya, juga akan ada bagian ruas yang melayang.
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo bersepakat jika ruas tol Solo-Jogja tak melewati kawasan Candi Prambanan. Hal tersebut sesuai dengan yang diinginkan Pemprov DIY sehingga tidak merusak situs-situs cagar budaya penting di sana. Begitu pula dengan tol Bawen-Jogja, pihaknya juga setuju manakala jalurnya tak bersinggungan dengan area Candi Borobudur.
BACA JUGA
"Tidak langsung menerabas lewat candi dan situs. Tapi di pinggirannya dan ada exit tol yang bisa menuju tempat wisata yang menuju Borobudur dan Prambanan. Itu kan menarik," kata Ganjar, Rabu (9/1/2018).
Selain dua objek wisata andalan itu, diharapkan exit tol nantinya juga bisa menjangkau daerah wisata pendukung di Jateng dan DIY lainnya. "Tapi aksesibilitas harus bisa menuju ke dua titik itu [Prambanan dan Borobudur]. Secara teknis biarkan insinyur menghitung, kita kasih rambu-rambu," tambahnya.
Kendati demikian, Ganjar belum menerima rancangan trase untuk infrastruktur calon penghubung provinsi Jateng dan DIY ini. Lantaran, detail engineering design (DED) memang belum rampung.
"Semua yang masih konsep saya biarkan, kalau mereka sudah bikin desain saya undang untuk paparan. Saat ini Kementerian PU menghitung aksesibilitas kecepatan dan traffic management. Kalau sudah detail dan eksekusi akan saya minta untuk paparan. Sehingga hal-hal yang ditakutkan publik bisa dikomunikasikan dengan baik," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- KPK Periksa Budi Karya Sumadi Terkait Dugaan Korupsi Proyek Kereta Api
- Prabowo: Indonesia Aman Pangan di Tengah Krisis Global
- Longsor Sampah Bantargebang: 2 Korban Lagi Ditemukan Meninggal
- Pecah Kongsi, AS Kecewa Serangan Israel ke Depot BBM Iran
- KPK Panggil Mantan Menhub Budi Karya Sumadi Terkait Suap Jalur Kereta
Advertisement
Bulog DIY Gencarkan Operasi Pasar dan Distribusi Beras SPHP
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Mojtaba Khamenei Langsung Perintahkan Serangan Rudal ke Israel
- Marc Klok Sambut Era Baru Timnas Indonesia, Target Juara FIFA Series
- Penjualan BYD Turun 41 Persen di Februari 2026
- DIY Usulkan Perpanjangan Rute KA Bandara YIA Sampai Stasiun Maguwo
- OPPO Find N6 Meluncur 17 Maret 2026 dengan Engsel Titanium
- Bencana Terjang Ngawen, 2 Hektare Lahan Padi Gunungkidul Gagal Panen
- Persijap Jepara Pincang Saat Dijamu PSIM Jogja
Advertisement
Advertisement




