Evakuasi Korban Longsor Sukabumi Perlu Alat Berat

Longsor di Cimapag, Sukabumi, Jawa Barat, Senin (31/12/2018). - Ist/BNPB via Okezone.com
01 Januari 2019 11:17 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA- Kepala Pusat Data, Informasi dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, pencarian dan pertolongan korban longsor Sukabumi memerlukan alat berat tetapi akses jalan dan medan cukup berat.

"Cuaca hujan di lokasi kejadian. Jalanan terjal berbatu ditambah hujan menyulitkan tim untuk melakukan evakuasi," kata Sutopo melalui pesan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa.

Dia mengatakan, listrik di lokasi kejadian juga padam dan jaringan komunikasi seluler juga terhambat.

"Komunikasi dengan tim di lapangan hanya bisa menggunakan radio 'handy talkie'. Pencarian juga sempat dihentikan karena kondisi di lapangan diguyur hujan dan listrik padam," ujarnya.

Menurut Sutopo, data korban meninggal sempat simpang siur karena situasi yang panik. Informasi yang beredar di lapangan dan sosial media sempat menyebutkan korban meninggal hingga delapan orang.

"Setelah diverifikasi di posko sementara, korban meninggal dunia diketahui dua orang," katanya.

Selain dua orang meninggal, 41 orang belum ditemukan, tiga orang dilaporkan luka-luka dan 61 orang berada di pengungsian.

Tim pencarian dan pertolongan terus melakukan pencarian korban. Hingga Selasa(1/1) pukul 02.30 WIB, tercatat 32 kepala keluarga(KK) atau 107 jiwa terdampak longsor, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi telah mengirimkan tim ke lokasi kejadian. Bersama Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) dan warga setempat, tim BPBD Sukabumi melakukan pertolongan dan pendataan.

"Yang terdata sementara terdapat 30 rumah yang tertimbun tanah longsor," ujar Sutopo.

Sumber : Antara