Ungkap Pencurian di Dalam Pesawat, Seorang WNI Terima Penghargaan dari Kepolisian Singapura

Kanya (kanan) menerima penghargaan dari Divisi Kepolisian Bandara Singapura, Jumat (21/12/2018). - Singapore Police Force
23 Desember 2018 09:17 WIB Iim Fathimah Timorria News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA — Seorang perempuan warga negara Indonesia (WNI) mendapatkan penghargaan dari Divisi Kepolisian Bandara Singapura memberi Public Spiritedness Award. Penghargaan diberikan pada Jumat (21/12/2018).

WNI bernama Kanya tersebut memperoleh penghargaan atas jasanya mengungkap kasus pencurian pada sebuah penerbangan Jetstar Juni lalu.

Kanya (35) tengah dalam perjalanan menuju Jakarta untuk merayakan Idulfitri saat ia mendapati dua pria memperlihatkan gerak-gerik mencurigakan di dalam pesawat.

Ia mengungkapkan salah satu pria tersebut duduk di sebelahnya.

Setelah pesawat 15 menit lepas landas, ia melihat pria tersebut berdiri dan meraih sebuah tas di kompartemen atas. Kanya mengatakan saat itu para pramugari lalu-lalang menyajikan dan menawarkan makanan sehingga tak seorangpun menaruh perhatian.

"Ia mengecek tas pertama dengan penuh percaya diri seolah itu miliknya. Saya tidak curiga karena mengira mungkin ranselnya hanya berisi pakaian," kata Kanya, dilansir dari Channel News Asia, Sabtu (22/12/2018).

Berdasarkan kesaksiannya, pria tersebut berpakaian rapi dengan kaus dan celana panjang, serta sepatu bermerk New Balance. Pria tersebut juga membawa tas travel Gucci, kata Kanya.

Setelah mengambil tas pertama, pria itu membuka dua kompartemen lain, termasuk satu yang berada di atas Kanya dan satu di seberang. Kecurigaan Kanya, yang kerap bepergian dengan pesawat, muncul ketika lelaki tersebut mengambil ransel berwarna perak.

"Saya merasa aneh karena ketika bepergian dengan maskapai murah, Anda tidak membawa banyak barang. Selain itu, menurut saya salah satu tas itu juga tidak sesuai gayanya," sambungnya.

Tas berwarna perak tersebut berisi sejumlah perangkat elektronik, termasuk sebuah kamera, iPad, dan pengisi daya. Pria tersebut mengecek tas tersebut dengan gelagat aneh.

"Saya sering bepergian jadi saya tahu di mana biasanya barang-barang saya simpan. Ia terlihat bingung ketika mengeluarkan barang-barang tersebut," jelas Kanya.

Kanya memaparkan cara pria tersebut mengeluarkan barang dari tas seperti sedang mengidentifikasinya.

"Saya jadi curiga karena jika itu tas milik Anda, Anda akan tahu apa saja isinya," kata Kanya.

Kanya juga mengaku ia melihat pria yang lain memberikan sejumlah uang kepada pria pertama. Menyadari hal tersebut, Kanya lalu melaporkan apa yang dilihat ke pramugari di bagian depan tanpa menarik perhatian kedua pria mencurigakan tersebut.

Pramugrari juga mengatakan kepada Kanya bahwa ia juga menerima laporan penumpang yang kehilangan sejumlah uang.

Sebelum pesawat mendarat, pilot penerbangan mengeluarkan imbauan agar para penumpang tetap berada di pesawat karena suatu situasi. Kanya menceritakan usai pengumuman tersebut, pria di sebelahnya tampak gugup.

Sesampainya di Jakarta satu setengah jam kemudian, Kanya dan korban pencurian beserta istrinya dibawa untuk melapor. Berkat kesaksian Kanya, pihak keamanan lalu mengintogerasi dua pria berusia 49 dan 55 tahun. Kedua pria tersebut pun dikembalikan ke Singapura.

Dua pria tersebut diketahui transit di Changi dalam sebuah penerbangan dari Hong Kong ke Jakarta. Polisi berhasil menyita uang sejumlah 437 dolar Singapura dalam beberapa mata uang asing yang dicuri.

Kedua pria tersebut dikenai 5 dakwaan pencurian di bawah Konvensi Aksi Tokyo yang mengatur tindak kriminal di dalam penerbangan. Mereka dikenai hukuman 19 bulan penjara pada 11 Oktober lalu.

Aksi berani Kanya menuai pujian dari Kepolisian Singapura. Deputi Asisten Komisaris Polisi Singapura (DAC) Goh Wee Khern mengungkapkan kewaspadaan Kanya yang berbuah penangkapan para pelaku patut diapresiasi.

"Kepolisian berterima kasih atas tindakan Kanya, yang memperlihatkan semangat sosial. Aksi seperti itu dapat membantu penumpasan tindak kriminal di penerbangan dalam jangka panjang," kata Goh.

Sumber : Channel News Asia, Bisnis.com