Profil Gus Rozin Bangun BPRS untuk UMKM di Sekitar Pesantren
Gus Rozin merintis BPRS di Pati sejak 2005 untuk memperluas akses modal UMKM dan memperkuat ekosistem ekonomi syariah pesantren.
Habib Bahar bin Smith/Wikipedia
Harianjogja.com, JAKARTA – Kubu Jokowi menanggapi kasus penghinaan presiden yang diduga dilakukan kader FPI Habib Bahar bin Smith.
Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin menyayangkan sikap Habib Muhammad Bahar bin Smith yang dianggap menghina Presiden Jokowi dalam ceramahnya.
Juru Bicara TKN Jokowi-Ma’ruf Amin, Ace Hasan Syadzily, mengaku prihatin atas perilaku Habib yang mengeluarkan kata-kata tak etis dalam ceramahnya.
“Tak pantas seorang yang mengaku Habib mengeluarkan kata-kata yang tak etis dengan menyebut Presiden banci, haid, buka celana, dan lain-lain,” kata Ace kepada wartawan, Jumat (30/11/2018).
Ia menjelaskan, memang setiap warga negara Indonesia berhak untuk mengkritik Presiden. Tetapi, ia mengimbau, kritik itu sebaiknya dilontarkan menggunakan bahasa yang sopan.
“Tetapi, menggunakan kata-kata yang tak etis dan tak sopan bukan akhlakul karimah yang diajarkan Nabi Muhammad saw,” jelasnya.
“Apalagi hal itu dilontarkan oleh seseorang yang mengaku keturunan nabi, seorang habib,” tambahnya.
Terkait adanya pihak yang melaporkan Habib Muhammad Bahar bin Smith ke polisi, Ace mengatakan, TKN Jokowi-Ma’ruf mendukung proses hukum terhadapnya.
“Jika ada yang melaporkan tentu kami mendukung untuk diproses secara hukum. Negara ini merupakan negara hukum. Tentu laporan itu harus disertai dengan bukti yang kuat,” tandasnya.
Sekadar diketahui, Habib Bahar bin Smith kembali membuat heboh lantaran isi ceramahnya dianggap menghina Presiden Jokowi hingga akhirnya berbuah laporan ke polisi.
Adapun pidato Habib Bahar bin Smith yang dipersoalkan adalah saat acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di kawasan Batu Ceper, Tangerang, pada 17 November 2018. Dalam video berdurasi 60 detik itu, Habib Bahar dianggap menghina karena menyebut Jokowi sebagai banci sehingga masyarakat pun melaporkannya ke polisi.
“Kalau kamu ketemu Jokowi, kamu buka celananya itu, jangan-jangan haid Jokowi itu, kayaknya banci itu,” ucap Habib Bahar dalam video tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone.com
Gus Rozin merintis BPRS di Pati sejak 2005 untuk memperluas akses modal UMKM dan memperkuat ekosistem ekonomi syariah pesantren.
BPS menjelaskan desil DTSEN sebagai posisi relatif kesejahteraan keluarga, bukan ukuran mutlak kemiskinan, pendapatan, atau kekayaan.
Taman Budaya Sleman telah PHO pada 20 Juli 2026. Pemkab Sleman mengusulkan Danais Rp18 miliar untuk pembangunan lanjutan 2027.
Kulonprogo membangun irigasi perpipaan gravitasi senilai Rp485 juta untuk mengatasi krisis air sawah padi di wilayah perbukitan.
DPR menilai penindakan TPPO modus pengantin pesanan penting untuk melindungi korban dan mencegah eksploitasi serta kekerasan.
DPRD Sleman berharap investasi kereta gantung Prambanan Rp200 miliar menyerap tenaga kerja lokal dan menggerakkan UMK masyarakat.