JK Isyaratkan Proyek Infrastruktur Bisa Untungkan Jokowi di Pilpres 2019

Joko Widodo (Jokowi) dan Jusuf Kalla (JK). - Suara.com/Dwi Bowo Raharjo
27 November 2018 21:37 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla (JK) mengayakan keberhasilan pembangunan proyek infrastruktur di era pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) hingga lima bulan ke depan dapat mengatrol perolehan suara bagi pasangan Jokowi-Ma'ruf pada Pilpres 2019 mendatang.

"Bahwa itu [pembangunan infrastruktur] punya efek, itu pasti. Dan memang pemerintah harus begitu. Pemerintah mana saja di dunia ini, pokoknya [pembangunan] harus sukses. Kalau sukses, bisa terpilih lagi kan? Itu terjadi di negara mana saja," kata JK di Kantor Wapres, Jakarta, Selasa (27/11/2018).

Pelaksanaan kampanye Pilpres kata dia, bisa menjadi momen untuk meraup simpati masyarakat apabila pembangunan infrastruktur di Tanah Air dapat rampung sebelum pemungutan suara pada bulan April 2019 mendatang.

Namun, pembangunan infrastruktur di Indonesia tidak bergantung pada masa kampanye Pilpres saja. "Pembangunan infrastruktur akan terus berjalan dengan atau tidak adanya kampanye," ucap Ketua Dewan Pengarah Tim Kampanye Nasional Pasangan Jokowi-Ma'ruf tersebut.

Pria asal Sulawesi Selatan ini menyebut, tidak semua proyek pembangunan pada masa pemerintah Jokowi-JK akan selesai sebelum Pemilu, karena ada beberapa proyek yang sifatnya multi years atau diselesaikan bertahun-tahun.

"Tergantung kepada masing-masing [proyek], ada proyek yang multi years berganti tempo, ada yang bisa segera selesai. Jangan lupa, April selesai lima bulan [lagi]. Jadi, tidak semua bisa lima bulan, tapi itu memang kerjanya multi years," jelasnya.

Proyek infrastruktur yang diperkirakan bisa selesai sebelum Pemilu antara lain adalah mass rapid transit (MRT) Jakarta dan beberapa ruas jalur pembangunan light rail transit (LRT).

"Yang bisa [selesai tahun depan] ya seperti MRT karena sudah hampir selesai, beberapa LRT, beberapa jalan tol bisa, tapi tidak semuanya bisa karena kan jangka panjang," kata JK menandaskan.

Sumber : Antara