Menahan Yen di 160 per Dolar: Akankah Intervensi ASJepang Efektif?
Intervensi Jepang untuk menghentikan pelemahan yen bukan hal baru. Namun, tindakan pada tanggal 30-31 Juli 2026 ini berbeda karena Amerika Serikat tidak lagi ha
Presiden Joko Widodo (Jokowi). /Suara.com-Dwi Bowo Raharjo
Harianjogja.com, JAKARTA- Presiden sekaligus capres nomor urut 01 Joko Widodo dituding sebagai "kompor" terkait isu Pilpres 2019.
Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mengomentari soal curhatan Calon Presiden Joko Widodo atau Jokowi yang menyebut banyak kompor di masa kampanye Pilpres 2019. Fahri menilai Jokowi lah yang menjadi sumbu kompor utama dalam Pilpres 2019.
Fahri menjelaskan bahwa setiap ucapan yang dilontarkan Jokowi menjadi penyebab panasnya masa kampanye Pilpres 2019. Pasalnya, selain menjadi kandidat dalam Pilpres 2019, Jokowi pun masih menjabat sebagai Presiden di mana setiap ucapannya akan menjadi perhatian publik.
Dirinya pun mencontohkan beberapa diksi yang digunakan Jokowi beberapa waktu lalu seperti sontoloyo, politisi genderuwo, hingga tabok yang membuat masa kampanye kian ramai.
"Kompor yang paling besar itu ada di tangan presiden karena presiden tuh ngomong sedikit saja itu jadi diskusi nasional ngomong sontoloyo ramai, ngomong genderuwo ramai, tabok jadi puisi malah," kata Fahri di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Senin (26/11/2018).
Hal tersebut yang diminta Fahri kepada Jokowi untuk menyadari kalau dirinya yang menjadi sumber dari panasnya masa kampanye. Lebih lanjut Fahri pun sebaiknya masa kampanye kali ini yang diramaikan oleh kandidat masing-masing Capres-Cawapres seharusnya soal kepentingan rakyat bukan hanya meributkan narasi yang tidak penting.
"Yang penting itu jangan kompornya dipake untuk bakar rumah gitu tapi dipakai untuk bakar ikan yang kita akan sajikan bagi rakyat," ujarnya.
Fahri pun meminta Jokowi untuk tidak perlu khawatir soal banyaknya kompor yang ada di masa kampanye. Pasalnya, Fahri melihat Jokowi sebagai sumber kompor tersebut.
Untuk diketahui, Calon Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengatakan banyak pihak yang memanas-manasi selama sebelum dan saat masa kampanye Pilpres 2019. Jokowi menyebut pihak tersebut sebagai kompor.
"Kita ini saudara, sebangsa, dan se-Tanah Air. Jangan lupakan itu. Ini karena banyak kompor, karena dipanas-panasi, dikompor-kompori jadi panas semuanya," kata Jokowi setelah mendapatkan gelar adat Rajo Balaq Mangku Nagara, di Griya Agung, Palembang, Minggu (25/11/2018) lalu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Intervensi Jepang untuk menghentikan pelemahan yen bukan hal baru. Namun, tindakan pada tanggal 30-31 Juli 2026 ini berbeda karena Amerika Serikat tidak lagi ha
BGN meminta makanan MBG yang tidak layak tidak dikonsumsi dan segera dikembalikan ke SPPG untuk diperiksa dan diinvestigasi.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 13 Agustus 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur ke Jogja. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.
BGN membuka kanal khusus bagi guru untuk melaporkan keluhan, temuan, dan pengaduan terkait pelaksanaan Program MBG di sekolah.
Sebanyak 212 orang berhasil dievakuasi dari kebakaran KMP Putri Yasmin di Selat Lombok. SAR melanjutkan pencarian pada Kamis.
Heatstroke dapat mengancam nyawa saat cuaca panas. Kenali gejala, pertolongan pertama, dan kelompok yang lebih rentan mengalaminya.