KPK Dalami Aliran Rp106,3 Miliar yang Diduga ke Nusron Wahid
KPK menelusuri aliran dana Rp106,3 miliar dalam kasus ATR/BPN yang diduga mengalir ke Nusron Wahid dan terkait layanan pertanahan.
Bedil Remington diisi peluru .308 Winchester. (Youtube.com)
Harianjogja.com, SEMARANG — Kisah tragis dialami seorang pengusaha tembakau di Temanggung. Agung Purnomo, 74, pengusaha tembakau yang tinggal di Jl. K.S. Tubun No. 22 Temanggung, Jawa Tengah ditemukan tewas dengan luka tembak di rumahnya. Polisi masih mendalami apakah Agung sengaja menembak diri sendiri ataukah tak sengaja tertembak.
Korban kali pertama ditemukan oleh Saiful Islam, 66, penjaga rumah, Jumat (23/11/2018), sekitar pukul 05.00 WIB. Waktu itu, Saiful berniat mematikan lampu di sebuah ruangan rumah korban. Namun, ia terperanjat melihat majikannya terkapar bersimbah darah.
Mengetahui hal tersebut, dia segera memberitahu anggota keluarga, Mulai anak korban yang bernama Viktor, 33, hingga pembantu rumah tangga Retno Wulaningsih, 21.
"Keluarga selanjutnya melaporkan kejadian itu pada pihak kepolisian, yang ditindaklanjuti dengan mendatangi lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara," katanya.
Kasat Reskrim Polres Temanggung AKP Dwi Hariyadi memastikan bahwa korban tewas lantaran tertembus peluru dari senjata api milik korban sendiri. Senapan laras panjang merk Remington yang diisi peluru .308 Winchester itu tergeletak tidak jauh dari tubuh korban.
Berdasar pelacakan polisi, ungkapnya, bedil itu memiliki izin resmi dan biasa digunakan untuk berburu, mengingat Agung Poernomo tercatat sebagai anggota Perbakin Temanggung. Dugaan itu diperkuat rekaman kamera pemantau CCTV yang terpasang tidak jauh dari ruang tempat korban ditemukan meninggal.
Dalam rekaman video tersebut, terlihat korban tengah mengotak-atik senjata api sekitar pukul 02.00 WIB. Tiba-tiba pelatuk tertarik disertai letusan peluru yang menembus tubuh korban. Ia tersungkur setelah sebelumnya juga membentur kursi yang berada di lokasi yang sama.
"Berdasarkan rekaman tersebut kami meyakini tidak ada satu pun orang lain di lokasi yang sama dengan korban. Jadi ini murni bukan pembunuhan atau motif kriminal. Yang jelas kami sedang mendalami apakah yang bersangkutan meninggal akibat tidak sengaja tertembak senapan tersebut atau memang sengaja menembakkan diri. Namun perlu kami tegaskan bahwa senjata tersebut resmi dan legal karena dia memang anggota Perbakin," katanya.
Pembantu rumah tangga korban, Retno, menyatakan bahwa sekitar pukul 01.30 WIB dia memang mendengar suara seperti kaca pecah. Namun, diakuinya ia tidak mengecek asal suara tersebut dan justru melanjutkan tidur.
Anak korban, Viktor, menceritakan sebelumnya tidak ada tanda-tanda mencurigakan sebelum korban ditemukan tewas dengan luka tembak tersebut. Ia menceritakan bahwa ayahnya memang sudah terbiasa merawat senjata laras panjang koleksi keluarga yang memiliki hobi sama, yakni menembak.
Oleh sebab itu, lanjutny, pihak keluarga dan kolega mengaku sangat terkejut dengan insiden tersebut. "Tidak tahu apa yang menyebabkan insiden ini terjadi. Yang jelas sebelum kejadian, malam harinya kita semua sempat nengobrol bersama. Namun memang ayah saya kelihatan mondar-mandir di ruangan tersebut," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
KPK menelusuri aliran dana Rp106,3 miliar dalam kasus ATR/BPN yang diduga mengalir ke Nusron Wahid dan terkait layanan pertanahan.
Gempa bumi bermagnitudo 6,1 yang mengguncang Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur, Minggu pagi, dilaporkan menyebabkan seorang lansia
Bedog Artsfest ke-16 di Sleman mengusung tema Ngerawat Rasa dengan menjadikan sungai sebagai ruang seni dan pesan kepedulian lingkungan.
KKP akan mencabut izin KM Maulana 23 setelah dugaan kekerasan terhadap ABK viral. Kapal membawa 28 ABK dan kini diamankan di Dobo.
Pertamina kembali mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) naik kelas melalui Pertamina SMEXPO 2026 Regional Jogja.
Ganjar Pranowo membagikan momen bertemu Anies Baswedan dan Fery Farhati di Jogja dengan suasana santai dan penuh guyonan.