BPJS Kesehatan : Dinamika Anggaran dan Kepercayaan Masyarakat
Artikel ini membahas dinamika anggaran BPJS Kesehatan, tantangan pembiayaan JKN, serta pentingnya transparansi, tata kelola yang baik.
Bedil Remington diisi peluru .308 Winchester. (Youtube.com)
Harianjogja.com, SEMARANG — Kisah tragis dialami seorang pengusaha tembakau di Temanggung. Agung Purnomo, 74, pengusaha tembakau yang tinggal di Jl. K.S. Tubun No. 22 Temanggung, Jawa Tengah ditemukan tewas dengan luka tembak di rumahnya. Polisi masih mendalami apakah Agung sengaja menembak diri sendiri ataukah tak sengaja tertembak.
Korban kali pertama ditemukan oleh Saiful Islam, 66, penjaga rumah, Jumat (23/11/2018), sekitar pukul 05.00 WIB. Waktu itu, Saiful berniat mematikan lampu di sebuah ruangan rumah korban. Namun, ia terperanjat melihat majikannya terkapar bersimbah darah.
Mengetahui hal tersebut, dia segera memberitahu anggota keluarga, Mulai anak korban yang bernama Viktor, 33, hingga pembantu rumah tangga Retno Wulaningsih, 21.
"Keluarga selanjutnya melaporkan kejadian itu pada pihak kepolisian, yang ditindaklanjuti dengan mendatangi lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara," katanya.
Kasat Reskrim Polres Temanggung AKP Dwi Hariyadi memastikan bahwa korban tewas lantaran tertembus peluru dari senjata api milik korban sendiri. Senapan laras panjang merk Remington yang diisi peluru .308 Winchester itu tergeletak tidak jauh dari tubuh korban.
Berdasar pelacakan polisi, ungkapnya, bedil itu memiliki izin resmi dan biasa digunakan untuk berburu, mengingat Agung Poernomo tercatat sebagai anggota Perbakin Temanggung. Dugaan itu diperkuat rekaman kamera pemantau CCTV yang terpasang tidak jauh dari ruang tempat korban ditemukan meninggal.
Dalam rekaman video tersebut, terlihat korban tengah mengotak-atik senjata api sekitar pukul 02.00 WIB. Tiba-tiba pelatuk tertarik disertai letusan peluru yang menembus tubuh korban. Ia tersungkur setelah sebelumnya juga membentur kursi yang berada di lokasi yang sama.
"Berdasarkan rekaman tersebut kami meyakini tidak ada satu pun orang lain di lokasi yang sama dengan korban. Jadi ini murni bukan pembunuhan atau motif kriminal. Yang jelas kami sedang mendalami apakah yang bersangkutan meninggal akibat tidak sengaja tertembak senapan tersebut atau memang sengaja menembakkan diri. Namun perlu kami tegaskan bahwa senjata tersebut resmi dan legal karena dia memang anggota Perbakin," katanya.
Pembantu rumah tangga korban, Retno, menyatakan bahwa sekitar pukul 01.30 WIB dia memang mendengar suara seperti kaca pecah. Namun, diakuinya ia tidak mengecek asal suara tersebut dan justru melanjutkan tidur.
Anak korban, Viktor, menceritakan sebelumnya tidak ada tanda-tanda mencurigakan sebelum korban ditemukan tewas dengan luka tembak tersebut. Ia menceritakan bahwa ayahnya memang sudah terbiasa merawat senjata laras panjang koleksi keluarga yang memiliki hobi sama, yakni menembak.
Oleh sebab itu, lanjutny, pihak keluarga dan kolega mengaku sangat terkejut dengan insiden tersebut. "Tidak tahu apa yang menyebabkan insiden ini terjadi. Yang jelas sebelum kejadian, malam harinya kita semua sempat nengobrol bersama. Namun memang ayah saya kelihatan mondar-mandir di ruangan tersebut," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Artikel ini membahas dinamika anggaran BPJS Kesehatan, tantangan pembiayaan JKN, serta pentingnya transparansi, tata kelola yang baik.
Cek jadwal KRL Jogja-Solo relasi Palur-Yogyakarta Selasa, 20 Oktober 2026, lengkap dengan waktu keberangkatan di setiap stasiun.
Danantara Indonesia merampungkan akuisisi lahan 4,4 hektare di Makkah untuk mengembangkan Kompleks Bait Jemaah dan memperkuat layanan haji serta umrah.
Bareskrim Polri menindaklanjuti laporan Mentan Amran soal dugaan mafia pangan, termasuk empat laporan polisi dan pelanggaran tata niaga.
Menkeu Suahasil Nazara memperkirakan belanja APBN kuartal IV 2026 mencapai Rp1.300 triliun untuk mendorong ekonomi dan menjaga layanan publik.
Pemda DIY menyiapkan materi budaya Jawa untuk radio dan televisi di Suriname guna menjaga tradisi leluhur dan menarik minat generasi muda.