Advertisement

Tokoh Muhammadiyah Dahnil Anzar Curiga, Polisi Mencari-cari Kesalahannya dalam Kasus Korupsi Dana Kemah

Newswire
Jum'at, 23 November 2018 - 20:04 WIB
Bhekti Suryani
Tokoh Muhammadiyah Dahnil Anzar Curiga, Polisi Mencari-cari Kesalahannya dalam Kasus Korupsi Dana Kemah Koordinator Juru Bicara Prabowo-Sandiaga, Dahnil Anzar Simanjuntak memenuhi panggilan penyidik Polda Metro Jaya, Selasa (16/10/2018). - Suara.com/Agung Sandy Lesmana

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA - Polisi dicurigai mencari-cari kesalahan tokoh pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak dalam kasus dugaan korupsi. Dahnil diketahui selama ini sebagai pendukung kubu Capres Prabowo Subianto alias oposan pemerintah.

Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak curiga polisi sengaja mencari-cari kesalahannya melalui kasus dugaan korupsi dana Kemah dan Apel Pemuda Islam Indonesia.

Dahnil menjelaskan, acara yang menggunakan anggaran Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) itu diselenggarakan bersama dengan GP Anshor. Dahnil mengatakan, polisi terkesan hanya mencari kesalahannya karena kebetulan selama ini kritis terhadap pemerintah.

PROMOTED:  YouGov: Tokopedia Jadi Brand Paling Direkomendasikan Masyarakat Indonesia

"Anehnya cuma kami yang diperiksa dan dicari-cari [kesalahannya]," ungkap Dahnil saat pemeriksaan dihentikan sementara untuk salat Jumat di Mapolda Metro Jaya, Jumat (23/11/2018/2018).

Dahnil mengatakan, dirinya diseret-seret karena selama ini lantang melayangkan kritik kepada pemerintah dan bahkan saat ini posisinya mendukung pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

"Saya paham sekali konsekuensi dari sikap saya selama ini kepada pemerintah, jadi sudah dicari-carilah. Tapi nanti kita lihat pemeriksaannya bagaimana, kita tunggu saja," tegasnya

Pengusutan kasus itu berdasarkan laporan yang diterima polisi sekitar dua pekan yang lalu. Setelah didalami penyidik menemukan adanya kerugian negara dalam kegiatan yang menggunakan dana Kemenpora Tahun anggaran 2017 itu.

Setidaknya ada tiga orang yang dipanggil polisi sebagai saksi. Mereka adalah pihak internal Kemenpora Abdul Latif, panitia kegiatan dari GP Ansor, Safarudin dan ketua panitia kegiatan dari Pemuda Muhammadiyah, Ahmad Fanani.

Advertisement

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Advertisement

alt

Capaian Vaksin Lengkap PMK Sleman Baru Sekitar 16 Persen

Sleman
| Sabtu, 24 September 2022, 21:37 WIB

Advertisement

alt

Mengenal Pendekar Roti Kolmbeng Terakhir di Jogja

Wisata
| Sabtu, 24 September 2022, 17:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement