Prabowo Sebut Elit Pendukungnya Diancam, JK Minta Sosoknya Dibuka

Pasangan bakal Calon Presiden Prabowo Subianto dan Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno berkunjung ke kediaman Wakil Presiden Jusuf Kalla di Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (15/8/2018). - Suara.com/Yasea
23 November 2018 17:37 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Wakil Presiden Jusuf Kalla ikut berkomentar terkait pernyataan calon presiden Prabowo Subianto tentang adanya sosok elite yang mendapat ancaman karena dukungan di Pilpres 2019. JK mempertanyakan siapa elit tersebut. Hal ini penting agar pemerintah bisa mencari pelakunya.

"Ya saya tidak bisa menanggapi itu. Kalau yang bisa menanggapi Pak Prabowo terbuka siapa, baru kita bisa membantahnya," kata Kalla di Istana Wakil Presiden, Jakarta Pusat, Jumat (23/11/2018).

JK menyatakan itu terkait adanya pernyataan Prabowo saat deklarasi relawan nasional Prabowo-Sandi di Istora Senayan, Jakarta, Kamis 22 November kemarin. Dalam sambutannya Prabowo menyebutkan bahwa ada elite yang mendukungnya diam-diam karena takut diancam.

Menurut Kalla, Prabowo perlu memperjelas sosok elite yang disebut mendapat ancaman itu. Pasalnya bentuk elite bermacam-macam, mulai dari pejabat pemerintahan seperti Aparatur Sipil Negara (ASN) hingga politisi. Jangan sampai kata 'elite' yang disampaikan Prabowo bersifat tidak jelas.

"Kalau bicara elite, elite itu kan macam-macam. Kalau elite pemerintahan, seperti ASN, memang tidak bisa ikut berkampanye, tidak bisa mendukung siapa-siapa, itu terlarang. Kalau para pengusaha kan bebas saja mau bantu siapa," ujarnya.

"Kalau politisi silahkan, jadi sebenarnya kalau disebutkan orangnya lebih bagus supaya pemerintah mengetahui apa benar atau tidak. Kalau hanya menyebut 'ada elite', kan bagi kita, bagi pemerintah susah untuk men-trace atau mencaritahu sebenarnya apa. Kalau disebutkan apa ya kita akan koreksi kalau memang itu benar," pungkas Kalla.

Sumber : Okezone.com