Presiden Jokowi Ajak Anggota GP Ansor dan Banser Berhijrah

Presiden Joko Widodo (tengah) didampingi Ketua Gerakan Pemuda (GP) Ansor Yaqut Cholil Qoumas (kiri) dan Ketua Jatman Habib Muhammad Luthfi Bin Ali Bin Yahya (kanan) menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Hari Pahlawan bersama 100.000 anggota Banser (Barisan Ansor Serbaguna) di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, Kamis (22/11/2018). - ANTARA FOTO/ Harviyan Perdana Putra
23 November 2018 12:37 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, PEKALONGAN- Presiden Joko Widodo mengajak 100.000 anggota GP Ansor dan Banser untuk berhijrah. Ajakan itu disampaikan saat acara Peringatan Maulud Nabi Muhammad SAW dan Peringatan Hari Pahlawan bersama 100 ribu Anggota GP Ansor dan Banser di Alun-alun Kajen, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, Kamis (22/11/2018) malam.

"Saya ingin mengajak keluarga besar GP Ansor untuk tetap beristiqomah, menjaga NKRI dan membimbing jamaah yang ingin berhijrah," kata Jokowi.

Kepala Negara meminta GP Ansor ikut mengajak masyarakat hijrah dari sikap egois yang mau menang sendiri menjadi sikap peduli sesama.

"Hijrah dari sifat pendendam kepada sifat penuh kasih sayang, dari sifat pemarah ke kesabaran, hijrah dari yang seneng kegaduhan ke yang penuh kerukunan. Setuju nggak," ujar Jokowi.

Para Anggota GP Ansor yang memenuhi Alun-alun Kajen ini langsung menjawab secara serempak setuju.

Presiden juga meminta GP Ansor untuk bersabar menghadapi masalah, tantangan dan meletakkan kepentingan negara di atas kepentingan kelompok.

"Untuk terus menjaga marwah ulama, organisasi dan terus melakukan syiar keislaman dan keindonesiaan, selalu bermunajat dalam kebaikan, kedamaian, kesejahteraan, kemakmuran yang juga dilakukan oleh Nabi, syuhada, pahlawan," kata Jokowi.

Presiden juga mengatakan untuk tidak pernah jauh dari kiai, ulama, baik dalam bermasyarakat dan bernegara.

"Kepada seluruh kader GP Ansor, dengan mengikuti jalan kemuliaan Nabi, insy Allah bangsa kita yang besar akan terus bergerak maju. Maju dalam pekerjaan besar kita untuk menghadirkan keadilan sosial, untuk meningkatkan kualitas SDM, untuk menjadikan Indonesia sebagai negara 'badatun thoyibatun waratun ghofur'," tutur Jokowi.

Sumber : Antara