BMKG Peringatkan Hujan dan Angin Kencang di Sumut Minggu 17 Mei
BMKG memperingatkan potensi hujan ringan hingga sedang disertai angin kencang di sejumlah wilayah Sumatera Utara pada Minggu.
Salah satu titik sampah liar di Jogja./Harian Jogja-M118
Harianjogja.com, JAKARTA--Greenpeace menyatakan kondisi krisis polusi plastik melalui laporan yang diluncurkan serempak di seluruh dunia pada Selasa (23/10/2018).
Organisasi internasional Greenpeace meluncurkan laporan A Crisis of Convenience: The corporations behind the plastics pollution pandemic, yang membahas polusi plastik secara global. Dalam laporan tersebut tercatat plastik sekali pakai menjadi pendorong utama terjadinya krisis sampah plastik. Pada 2015, Greenpeace mencatat terdapat 448 juta ton sampah plastik.
Ahmad Ashov, Global Plastics Project Leader Greenpeace Indonesia, menjelaskan kondisi krisis tersebut didasari industri produsen barang kebutuhan sehari-hari (fast moving consumer goods atau FMCG) yang belum berkomitmen penuh menyelesaikan persoalan limbah sampah plastik. Industri sektor FMCG sendiri tumbuh 1%-6% per tahun. Permasalahan lain adalah daur ulang sampah belum bisa mengatasi masalah sepenuhnya.
Berdasarkan survei komprehensif yang dilakukan Greenpeace ke 11 perusahaan FMCG raksasa di dunia, kemasan sekali pakai masih menjadi primadona. Ashov menjelaskan penggunaan kemasan sekali pakai oleh perusahaan tersebut tidak disertai strategi komprehensif yang mencakup komitmen untuk beralih dari plastik sekali pakai.
"[Perusahaan] sudah mencoba berubah [dari kemasan sekali pakai], mereka khawatir konsumen kurang nyaman," ujar Ashov kepada Jaringan Informasi Bisnis Indonesia (JIBI), Selasa.
Greenpeace mencatat sebagian besar perusahaan FMCG terus meningkatkan produksi kemasan plastik sekali pakai, yang kemudian diikuti dengan bertambahnya limbah plastik dari kemasan tersebut. Transparansi perusahaan FMCG pun dinilai kurang dalam mengungkapkan data penting mengenai penggunaan plastik mereka.
Ashov menjelaskan dalam kondisi tersebut industri fokus pada proses daur ulang dan eksplorasi komposisi kemasan yang dapat didaur ulang. Dia berpendapat mendaur ulang merupakan proses penting, namun tidak menyelesaikan masalah.
Ashov menilai industri seharusnya fokus dalam mengurangi kemasan plastik sekali pakai dan menciptakan sistem pengiriman produk yang baru.
Kepada JIBI, Ashov menjelaskan Greenpeace menawarkan empat rekomendasi, yaitu industri perlu transparan memberikan informasi komprehensif tentang jejak plastik dan plastik yang mereka gunakan. Industri pun perlu berkomitmen dalam mengurangi plastik sekali pakai secara bertahap.
Selanjutnya, industri menghapus penggunaan plastik sekali pakai yang bermasalah dan tak diperlukan. Rekomendasi terakhir adalah industri berinvestasi dalam sistem penggunaan kembali dan sistem pengiriman produk alternatif.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : bisnis.com
BMKG memperingatkan potensi hujan ringan hingga sedang disertai angin kencang di sejumlah wilayah Sumatera Utara pada Minggu.
Dua wisatawan asal Karawang ditemukan meninggal tertimbun longsor di jalur menuju Curug Cileat, Subang, Jawa Barat.
Manchester City menjuarai Piala FA 2026 setelah mengalahkan Chelsea 1-0 lewat gol Antoine Semenyo di Stadion Wembley.
Kunjungan wisatawan di Malioboro Jogja meningkat selama long weekend Kenaikan Isa Almasih, terutama pada sore hingga malam hari.
Persija Jakarta menang 3-1 atas Persik Kediri di Stadion Brawijaya lewat dua gol Gustavo Almeida pada pekan ke-33 Super League.
Tabrakan kereta barang dan bus di Bangkok, Thailand, menewaskan delapan orang dan melukai 32 korban di dekat Stasiun Makkasan.