OJK Ingatkan Risiko Paylater dan Pinjol di Tengah Lonjakan Pembiayaan
OJK mengingatkan risiko pembiayaan digital. Nilai paylater mencapai Rp13,61 triliun dan pinjaman daring Rp106,94 triliun pada Agustus 2026.
Salah satu titik sampah liar di Jogja./Harian Jogja-M118
Harianjogja.com, JAKARTA--Greenpeace menyatakan kondisi krisis polusi plastik melalui laporan yang diluncurkan serempak di seluruh dunia pada Selasa (23/10/2018).
Organisasi internasional Greenpeace meluncurkan laporan A Crisis of Convenience: The corporations behind the plastics pollution pandemic, yang membahas polusi plastik secara global. Dalam laporan tersebut tercatat plastik sekali pakai menjadi pendorong utama terjadinya krisis sampah plastik. Pada 2015, Greenpeace mencatat terdapat 448 juta ton sampah plastik.
Ahmad Ashov, Global Plastics Project Leader Greenpeace Indonesia, menjelaskan kondisi krisis tersebut didasari industri produsen barang kebutuhan sehari-hari (fast moving consumer goods atau FMCG) yang belum berkomitmen penuh menyelesaikan persoalan limbah sampah plastik. Industri sektor FMCG sendiri tumbuh 1%-6% per tahun. Permasalahan lain adalah daur ulang sampah belum bisa mengatasi masalah sepenuhnya.
Berdasarkan survei komprehensif yang dilakukan Greenpeace ke 11 perusahaan FMCG raksasa di dunia, kemasan sekali pakai masih menjadi primadona. Ashov menjelaskan penggunaan kemasan sekali pakai oleh perusahaan tersebut tidak disertai strategi komprehensif yang mencakup komitmen untuk beralih dari plastik sekali pakai.
"[Perusahaan] sudah mencoba berubah [dari kemasan sekali pakai], mereka khawatir konsumen kurang nyaman," ujar Ashov kepada Jaringan Informasi Bisnis Indonesia (JIBI), Selasa.
Greenpeace mencatat sebagian besar perusahaan FMCG terus meningkatkan produksi kemasan plastik sekali pakai, yang kemudian diikuti dengan bertambahnya limbah plastik dari kemasan tersebut. Transparansi perusahaan FMCG pun dinilai kurang dalam mengungkapkan data penting mengenai penggunaan plastik mereka.
Ashov menjelaskan dalam kondisi tersebut industri fokus pada proses daur ulang dan eksplorasi komposisi kemasan yang dapat didaur ulang. Dia berpendapat mendaur ulang merupakan proses penting, namun tidak menyelesaikan masalah.
Ashov menilai industri seharusnya fokus dalam mengurangi kemasan plastik sekali pakai dan menciptakan sistem pengiriman produk yang baru.
Kepada JIBI, Ashov menjelaskan Greenpeace menawarkan empat rekomendasi, yaitu industri perlu transparan memberikan informasi komprehensif tentang jejak plastik dan plastik yang mereka gunakan. Industri pun perlu berkomitmen dalam mengurangi plastik sekali pakai secara bertahap.
Selanjutnya, industri menghapus penggunaan plastik sekali pakai yang bermasalah dan tak diperlukan. Rekomendasi terakhir adalah industri berinvestasi dalam sistem penggunaan kembali dan sistem pengiriman produk alternatif.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : bisnis.com
OJK mengingatkan risiko pembiayaan digital. Nilai paylater mencapai Rp13,61 triliun dan pinjaman daring Rp106,94 triliun pada Agustus 2026.
Kedubes Singapura membantah kabar kunjungan Saiful Mujani dan Dino Patti Djalal pada 18 Oktober 2026. Dino mengaku berada di Perth, Australia.
Prabowo menerima Gubernur URI Donny Ermawan Taufanto untuk membahas 384 peserta P3MD dan rencana magang pada Januari-Februari 2027.
Adam Alis mencetak gol menit ke-90+2 saat Persib Bandung mengalahkan Garudayaksa FC 1-2 dan naik ke peringkat kelima klasemen Super League.
Inter Milan mengalahkan Fiorentina 2-1 lewat gol Marcus Thuram dan Piotr Zielinski pada injury time. Nerazzurri menjaga posisi di puncak klasemen.
BYD Atto 1 memimpin penjualan mobil September 2026 dengan 4.840 unit. Simak daftar 20 mobil terlaris di Indonesia.