Advertisement
AS Tarik Diri dari Perjanjian Nuklir, Rusia Terpaksa Mengambil Langkah Ini
Bendera Rusia berkibar di puncak gedung Konsulat Jenderal Rusia di Seattle, Washington Amerika Serikat, 26 Maret 2018. - Istimewa/Reuters
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA-Penarikan diri Amerika Serikat dari perjanjian nuklir 1987 disebut-sebut akan memaksa Moskow untuk mengembalikan keseimbangan militer dunia, karena diduga Trump akan mengembangkan jenis rudal baru.
Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan bahwa Putin telah berulang kali memperingatkan bahwa runtuhnya perjanjian itu akan memaksa Moskow untuk mengambil langkah-langkah militer tertentu.
Advertisement
"Menghilangkan ketentuan perjanjian INF memaksa Rusia mengambil langkah-langkah untuk keamanannya sendiri," kata Peskov sebagaimana dikutip CNN.com, Selasa (23/10/2018).
Menurutnya, hal itu berarti bahwa Amerika Serikat tidak lagi melakukan pengembangan nuklir secara sembunyi-sembunyi, tetapi secara terbuka mulai mengembangkan rudal baru.
BACA JUGA
Jika teknologi itu dikembangkan, maka tindakan diperlukan dari negara lain, dalam hal ini Rusia, untuk memulihkan keseimbangan dalam lingkup tersebut, katanya.
Tetapi, Moskow mengisyaratkan beberapa alasan terkait keputusannya itu, seperti diungkap pejabat senior Rusia kepada penasehat keamanan nasional Trump, John Bolton.
Mereka siap menjawab kekhawatiran AS tentang bagaimana pelaksanaan Perjanjian Nuklir Pasukan Jarak-Menengah 1987 dilakukan.
Di Washington, Presiden AS Donald Trump mengulangi kekhawatirannya tentang perjanjian itu dan mengatakan Amerika Serikat akan membangun persenjataan nuklirnya.
"Rusia belum menaati perjanjian. ... Sampai orang-orang sadar, sejauh ini kami memiliki lebih banyak uang daripada orang lain. Kami akan membangunnya," katanya kepada wartawan di Gedung Putih.
Ditanya apakah itu merupakan ancaman bagi Presiden Rusia Vladimir Putin, Trump mengatakan, "Ini adalah ancaman bagi siapa pun yang Anda inginkan. Dan itu termasuk China, dan itu termasuk Rusia, dan itu termasuk orang lain yang ingin bermain permainan itu. Anda tidak bisa lakukan itu. Kamu tidak bisa memainkan game itu untukku. "
Trump mengatakan China juga harus dimasukkan dalam perjanjian itu. Pada Sabtu (20/10/2018), Trump menyebut bahwa Washington akan mengundurkan diri dari pakta nuklir di era Perang Dingin dengan Rusia.
Pakta itu ditandatangani oleh Presiden Ronald Reagan dan pemimpin reformis Soviet Mikhail Gorbachev pada 1987. Perjanjian tersebut mengharuskan penghapusan semua rudal nuklir dan konvensional berbasis jarak pendek dan menengah yang dimiliki oleh kedua negara di daratan Eropa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Ledakan Petasan di Pamekasan Bongkar Produksi Berdaya Ledak Tinggi
- China Desak Penghentian Konflik Timur Tengah Saat Idulfitri
- Konflik Gas Iran-Qatar Picu Lonjakan Harga, Trump Berubah Arah
- Di Momen Lebaran Vladimir Putin Soroti Peran Muslim Rusia
- Idulfitri Jadi Kesempatan Baik Saling Hargai Perbedaan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Nasib Bidding Indonesia di Piala Asia 2031 Tertahan Kebijakan Baru
- Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Sabtu 21 Maret
- Cek Lur! Jadwal KA Prameks Kutoarjo-Jogja Hari Ini, Sabtu 21 Maret
- Jadwal KRL Solo-Jogja dari Stasiun Palur Sabtu 21 Maret 2026
- Jadwal KRL Jogja-Solo Hari Ini, Sabtu 21 Maret 2026
- Cek Jadwal KA Bandara YIA Sabtu 21 Maret, Paling Pagi Pukul 04.20 WIB
- Presiden Prabowo Ajak Rakyat Perkuat Persatuan di Hari Raya Idulfitri
Advertisement
Advertisement







