JAECOO J5 EV Laku 16.000 Unit, SUV Listrik Ini Kian Diminati
JAECOO telah mengirimkan 16.000 unit J5 EV ke konsumen Indonesia. SUV listrik ini dibanderol mulai Rp279,9 juta.
Murid SDN 253 Merangin Jambi terpaksa belajar di rumah gurunya karena ada perselisihan./Okezone-Abimayu
Harianjogja.com, MERANGIN-Perselisihan antara guru dan kepala sekolah di Sekolah Dasar Negeri 253 Merangin membuat para siswanya menjadi korban.
Seorang guru di Sekolah Dasar Negeri 253 Merangin dipindah oleh kepala sekolahnya hanya menggunakan surat perintah tugas (SPT) dan tidak tahu apa kesalahannya. Akibatnya, akitivitas belajar-mengajar di SD itu terganggu. Murid-murid yang diajar guru tersebut terpaksa belajar di rumah sang guru. Bahkan, kejadian ini viral di media sosial dan menjadi perhatian warganet.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, pemindahan guru bernama Fitriana oleh Kepala SDN 253 Merangin bernama Ningsih akibat permasalahan pribadi. Kepsek pernah mengganti jabatan guru tersebut dari bendahara sekolah.
Akibat selalu terjadi pertentangan, akhirnya kepsek memindahkan sang guru tersebut ke sekolah lain hanya dengan selembar SPT. Guru itu diketahui mengajar di kelas IV dan menjadi panutan hingga akhirnya murid-murid tidak mau gurunya diganti dan dipindah.
Kisruh sang guru dan kepsek ini berdampak buruk bagi murid-murid di sana. Murid-murid terpaksa belajar di kediaman pribadi guru tersebut dan tak mau belajar di sekolah.
Melihat hal itu, para wali murid yang tidak mau anaknya terbengkalai, berencana melakukan aksi ke SD tersebut. Mereka bakal menuntut Ibu Guru Fitriana kembali mengajar di sana.
Kepala SDN 253 Merangin, Ningsih, yang dikonfirmasi menjelaskan bahwa ini adalah permasalahan pribadi dirinya dengan guru tersebut.
"Ini masalah pribadi dan tidak ada masalah dengan kedinasan. Di mana waktu dirinya belum menjabat sebagai kepala sekolah, guru tersebut menjabat sebagai bendahara di sekolah. Namun setelah saya menjabat sebagai kepala sekolah, guru tersebut tidak sejalan dengan saya. Ya saya ganti," ungkap Ningsih.
Terpisah Kepala Dinas Pendidikan M Zubir saat diKonfirmasi membenarkan ada permasalahan di SDN 253 Merangin.
"Iya ada permasalahan pribadi antara kedua belah pihak dan dilibatkan anak-anak didiknya. Itu sudah melanggar norma-norma seorang pengajar, jangan libatkanlah anak-anak dalam permasalahan ini. Selesaikan dengan baik-baik," jelas Zubir.
Lebih lanjut Kadis menjelaskan, kejadiannya Sabtu siang kemarin dan dirinya baru mengetahuinya. "Besok saya akan selesaikan masalah ini. Saya tidak ingin anak-anak di sekolah tersebut dikorbankan akibat masalah kepala sekolah dan gurunya," tutup dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone.com
JAECOO telah mengirimkan 16.000 unit J5 EV ke konsumen Indonesia. SUV listrik ini dibanderol mulai Rp279,9 juta.
FIFA memperkenalkan lagu Dai Dai dari Shakira dan Burna Boy untuk Piala Dunia 2026. Berikut sejarah anthem resmi Piala Dunia.
Bojan Hodak dikabarkan meninggalkan Persib Bandung setelah membawa Maung Bandung meraih tiga gelar Liga Indonesia beruntun.
Kesbangpol Bantul berkoordinasi terkait polemik penolakan Gereja GMS di Sewon yang dipersoalkan soal perizinan rumah ibadah.
Sebanyak 57 biksu peserta Indonesia Walk for Peace 2026 tiba di Jogja dan disambut Sri Sultan sebelum melanjutkan perjalanan ke Borobudur.
Membandingkan MacBook Neo Rp10 jutaan dengan laptop Windows. Simak kelebihan, kekurangan, dan mana yang paling pas untuk kebutuhan kuliah serta kerja Anda.