Dinilai Tak Beretika, Kubu Prabowo Ogah Libatkan Kepala Daerah untuk Kampanye

Calon presiden Prabowo Subianto dan calon wakil presiden Sandiaga Uno saat deklarasi di Kertanegara, Kamis (9/8/2018) malam. - Antarafoto/Sigid Kurniawan
19 Oktober 2018 07:50 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA- Kubu Prabowo mengklaim kepala daerah tak dilibatkan untuk proses kampanye Pilpres 2019.

Juru Bicara Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno, Ferry Juliantono, menyatakan pihaknya tidak melibatkan kepala daerah sebagai juru kampanye meski mereka adalah kader partai politik koalisi yang mengusungkan pasangan calon presiden/wakil presiden tersebut.

Sejak awal Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo/Sandi memiliki garis yang jelas, kata Ferry melalui keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (18/10/2018).

Ferry menegaskan bahwa pihaknya tidak akan melibatkan kader yang saat ini duduk menjadi kepala daerah sebagai anggota BPN.

Pernyataan Ferry itu terkait dengan anggota Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo/K.H. Ma'ruf Amin, Neneng Hassanah Yasin, ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus suap perizinan Meikarta.

Menurut Wakil Ketua Umum Partai Gerindra itu, meski aturannya tidak melarang, cara-cara tersebut jauh dari politik yang beretika. Pasalnya, akan banyak benturan kepentingan dan rentan penyalahgunaan wewenang.

Dampak lainnya, hak-hak masyarakat akan terganggu karena pejabat/kepala daerahnya terseret-seret dalam kampanye pemilu sentak, kata Ferry.

Terkait dengan pemecatan Neneng dari TKN Jokowi/Ma'ruf atas kasus suap tersebut, menurut dia, hal itu menegaskan banyaknya benturan kepentingan ketika melibatkan kepala daerah dalam tim pemenangan pilpres.

Sumber : Antara