Advertisement
Berada di Zona Rawan Gempa & Tsunami, Ibu Kota 3 Provinsi Diwacanakan Dipindah
Suasana jembatan kuning yang ambruk akibat gempa dan tsunami di Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu (29/9). Dampak dari gempa 7,7SR tersebut menyebabkan sejumlah bangunan hancur dan sejumlah warga dievakuasi ke tempat yang lebih aman. - Antara
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA - Diskusi ilmiah yang membahas tentang Gempa, Tsunami dan Likuifaksi Donggala-Palu di Sekolah Ilmu Lingkungan di Kampus UI Salemba, Senin (8/10/2018), membahas sejumlah isu penting.
Salah satunya tentang wacana pemindahan ibu kota di beberapa provinsi rawan gempa dan tsunami,di antaranya Kota Palu (Sulawesi Tengah), Kota Padang (Sumatra Barat), Kota Bengkulu (Bengkulu). Ibu kota dari provinsi tersebut diwacanakan untuk dipindah ke wilayah lain yang lebih aman dari ancaman gempa, tsunami dan likuifaksi.
Advertisement
Dalam diskusi bertemakan "Bencana Palu: Refleksi Lingkungan, Teknis, Sosial dan Tata Ruang" yang dihadiri oleh mahasiswa pascasarjana (S2/S3) Sekolah Ilmu Lingkungan UI itu, ekonom senior UI, Profesor Dr Emil Salim, mengajukan wacana tersebut sebagai salah satu rekomendasi yang dapat disampaikan kepada pemerintah.
Emil juga mengemukakan kemungkinan potensi terjadinya likuifaksi di wilayah DKI Jakarta, sebagaimana yang terjadi di Kota Palu, Sulawesi Tengah pada 28 September 2018.
Tampil sebagai pembicara dalam diskusi ini yakni Dr.Andi Renald ST,MT (Sekretaris Direktorat Jenderal Pengendalian Pemanfaatan Ruang Ditjen Pengendalian Ruang dan Penguasaan Tanah Kementerian Agraria&Tata Ruang/BPN), Prof.Budi Susilo Soepandji (Guru Besar Departemen Teknik Sipil UI), Prof.Widjojo A.Prakoso (Guru Besar Departemen Teknik Sipil UI), Prof.Linda Darmajanti (Guru besar Departemen Sosiologi Fisip UI).
BACA JUGA
Andi Renald mengatakan Kota Palu bersama beberapa ibu kota provinsi di Tanah Air seperti Kota Padang (ibu kota Provinsi Sumatra Barat), Kota Bengkulu (ibu kota Provinsi Bengkulu), merupakan wilayah yang rawan gempa bumi dan dilalui sesar aktif.
Kondisi tersebut menjadi pendorong bagi pemerintah untuk bisa segera melakukan kajian mendalam dan komprehensif memindahkan ibu kota tersebut ke lokasi yang lebih aman dari ancaman gempa, tsunami dan likuifaksi.
Namun dalam kapasitas sebagai pribadi, Andi Renald setuju pemindahan ibu kota provinsi-provinsi tersebut.
"Untuk pindah itu adalah keputusan politis, butuh proses yang panjang dan melibatkan seluruh pemangku kepentingan," katanya.
Dia menyebutkan pemerintah sedang mempelajari melakukan relokasi pemukiman penduduk dari wilayah yang terkena dampak gempa, tsunami dan likuifaksi di Palu yakni Perumnas Balaroa Palu Barat dan Petobo Palu Timur, dipindahkan ke lokasi yang lebih aman.
"Demikian juga untuk yang berada di pesisir Teluk Palu, dilarang untuk dihuni. Mungkin akan dipasangi penyangga yang kokoh," tuturnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- BMKG Peringatkan Hujan Lebat dan Angin Kencang di Sejumlah Kota Besar
- Qatar Tegaskan Tidak Berperang dengan Iran, Klaim Hak Bela Diri
- Iran Memanas, 15 WNI di Teheran Siap Dievakuasi Lewat Azerbaijan
- KPK Duga Perusahaan Rokok Jateng-Jatim Terlibat Korupsi Cukai
- KPK Siap Usut Dugaan Korupsi Bea Cukai hingga Kanwil
Advertisement
Embarkasi Haji YIA, Kulonprogo Siapkan Kantong Parkir dan Stand UMKM
Advertisement
Festival Imlek Nasional 2026 Pecahkan Rekor Dunia Lontong Cap Go Meh
Advertisement
Berita Populer
- 10 ASN Pemkab Pekalongan Diperiksa KPK Seusai OTT Bupati
- BHR Ojol 2026 Cair Maksimal H-7 Lebaran, Ini Aturannya
- Tiket Pantai Bantul Rp15.000 Diminta Dievaluasi
- Eks Pejabat Wilmar Group M Syafei Divonis 6 Tahun Kasus Suap CPO
- Gerhana Bulan Total Batam 18.33 WIB, Waspada Rob
- Dokter Paru Ingatkan Pasien TBC Jangan Hentikan Obat
- BMKG: Cuaca Ekstrem DIY 4-5 Maret 2026, Hujan Lebat-Gelombang Tinggi
Advertisement
Advertisement







