Advertisement
Begini Setya Novanto Berkelit soal Kamar Tahanannya di Lapas Sukamiskin Lebih Besar dari Lainnya
Terdakwa kasus korupsi KTP Elektronik Setya Novanto bersiap menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (20/2/2018). - Antara/Wahyu Putro A
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA- Lembaga Ombudsman Republik Indonesia (ORI) menemukan ada yang janggal dengan kamar tahanan terpidana korupsi proyek e-KTP Setya Novanto. Namun mantan Ketua DPR itu berkelit.
Terpidana perkara korupsi proyek pengadaan e-KTP, Setya Novanto (Setnov), berkelit saat dimintai tanggapan terkait temuan Ombudsman Republik Indonesia yang menyatakan kamar sel mantan Ketua DPR RI tersebut lebih besar dari kamar lainnya.
Advertisement
Menurut Setnov, ukuran kamarnya di Lapas Sukamiskin, Bandung, sama dengan sel-sel narapidana lainnya. Dia mengklaim hanya menempati kamar sel bekas narapidana sebelumnya.
"Enggak ada itu. Biasa saja. Itu bukan besar. Itu kan bekas lapas [napi sebelumnya], enggak ada kok yang besar. Sama sajalah, semua sama standardisasinya," kata Setnov di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Jumat (14/9/2018).
BACA JUGA
Sebelumnya, Ombudsman tiba-tiba melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Lapas Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat, pada malam tadi. Dalam sidak tersebut, Ombudsman menemukan beberapa ketidaksesuaian standardisasi kamar.
Salah satu kamar yang ukurannya tidak sesuai yakni tempat selnya Setya Novanto. Menurut Ombudsman, kamar Setnov lebih besar dibandingkan sel-sel lainnya yang ada di Sukamiskin.
"Kalau ditanya ukuran bingung, pokoknya dua kali lipat [besaran kamar Setnov]," kata anggota Ombudsman, Ninik Rahayu ditemui di kantor Kemenkumham Kanwil Jawa Barat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
DAMRI Buka Rute Jogja-Semarang, Lewat Borobudur dan Kota Lama
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Tabrakan Maut di Sedayu Bantul, 3 Remaja Tewas
- Lapak Asik BPJS Ketenagakerjaan Kini Dilengkapi Antrean Digital
- Duel Antar Geng Berujung Pembacokan di Pakualaman Jogja
- Perbedaan Jumat Agung dan Paskah, Jangan Sampai Keliru
- Sindikat Oplos LPG Subsidi Terbongkar, Keuntungan Rp1,3 Miliar Perhari
- Pendatang ke Jakarta Didominasi Usia Produktif Minim Keterampilan
- WFH Jumat untuk ASN Sleman Mulai Digodok, Layanan Publik Tetap Jalan
Advertisement
Advertisement








