Advertisement

Sumut Patok Target Kawasan Tanpa Rokok

Ropesta Sitorus
Selasa, 31 Juli 2018 - 12:00 WIB
Galih Eko Kurniawan
Sumut Patok Target Kawasan Tanpa Rokok Sekretaris Daerah Provinsi Sumatra Utara (Sumut) R. Sabrina (ketiga kiri) menerima audiensi Pengurus Yayasan Pusaka Indonesia, di ruang kerjanya di kantor Gubernur Sumut, Medan, Senin (30/7). - Istimewa

Advertisement

Harianjogja.com, MEDAN—Pemerintah Provinsi Sumatra Utara ingin mewujudkan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) demi mewujudkan kota layak anak serta melindungi anak-anak dan kaum perempuan dari paparan asap rokok yang membahayakan kesehatan.

Hal itu dikatakan Sekretaris Daerah Provinsi Sumatra Utara (Sumut) R. Sabrina saat menerima audiensi Pengurus Yayasan Pusaka Indonesia, di kantor Gubernur Sumut, Medan, Senin (30/7/2018).

“Sudah seharusnya KTR diterapkan di kota-kota besar seperti Medan, karena dampak asap rokok sangat berbahaya bagi kesehatan, khususnya anak-anak dan terutama balita. Karena tidak hanya berdampak pada kesehatan, juga bisa menjadi pengguna/perokok bila sudah besar,” ujarnya dalam keterangan resmi.

Sabrina menerangkan menjadi perokok pasif atau orang yang terpapar asap rokok orang lain, lebih berbahaya dibanding para perokok itu sendiri. Kondisi ini lebih parah terjadi kota-kota besar seperti Medan, karena masih banyak orang bebas merokok di tempat-tempat umum, bahkan di sekolah.

“Ke depan, kami harapkan tidak ada lagi warga yang merokok di tempat umum, seperti pusat perbelanjaan dan pusat kota, terminal maupun perkantoran, apalagi di sekolah,” tuturnya.

Adapun Pusaka Indonesia disebut sudah lama bergerak dalam perlindungan anak dan perempuan Indonesia, khususnya di Sumut. Bantuan dari LSM dinilai sangat membantu Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut mengingat terbatasnya anggaran.

Sementara itu, Ketua Badan Pembina Yayasan Pusaka Indonesia Edy Ikhsan menyebutkan ada 13 kabupaten/kota yang menerapkan KTR di Sumut.

“Kami juga menjadi inisiator penerapan KTR untuk provinsi dan akan terus mendorong legislasi Peraturan Gubernur (Pergub) menjadi Peraturan Daerah (Perda),” ungkapnya.

Edy menambahkan mudahnya mendapatkan rokok membuat sebagian besar kelompok masyarakat sudah terbiasa menghisap rokok, termasuk anak-anak dan remaja.

Advertisement

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Advertisement

alt

Gerindra Tak Akan Beri Bantuan Hukum ke Anggota DPRD Bantul Enggar Suryo Jatmiko

Bantul
| Sabtu, 01 Oktober 2022, 14:07 WIB

Advertisement

alt

Hadir Tempat Glamping Baru di Jogja, Arkamaya Sembung Namanya

Wisata
| Jum'at, 30 September 2022, 15:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement