Advertisement
Kota Magelang Butuh 154 Formasi CPNS
Peserta ujian computer Assisted Test (CAT) calon pegawai negeri sipil (CPNS) mendengarkan arahan petugas sebelum melaksanakan ujian di Graha Soloraya kantor Bakorwil II Gladak, Solo, Kamis (16/10). - Solopos/Ardiansyah Indra Kumala
Advertisement
Harianjogja.com, MAGELANG- Jumlah pegawai negeri sipil (PNS) di Kota Magelang terus berkurang karena pensiun. Pemerintah Kota Magelang, Jawa Tengah tahun ini mengajukan penambahan 154 aparatur sipil negara ke pemerintah pusat guna mengatasi kekurangan pegawai negeri yang bertugas di daerah tersebut.
"Kita usulkan penambahan pegawai untuk mengatasi kekurangan,," kata Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito dalam keterangan tertulis di Magelang, Rabu (18/7/2018).
Advertisement
Ia mengatakan jumlah ASN di lingkungan Pemkot Magelang dari waktu ke waktu makin berkurang, sedangkan pelayanan kepada masyarakat tidak pernah berhenti setiap hari.
"Itu yang saya pikirkan dalam rangka melayani masyarakat lebih maksimal," katanya setelah acara penyerahan tahap pertama piagam penghargaan kepada 77 ASN di lingkungan pemkot setempat yang memasuki pensiun tahun ini. Penyerahan penghargaan itu berlangsung di Pendopo Pengabdian Kompleks Rumah Dinas Wali Kota Magelang.
BACA JUGA
Pemkot berusaha mengatasi kekurangan ASN dengan merekrut pegawai berstatus kontrak atau alih daya, terutama untuk pelayanan dasar dan mengajukan permintaan penambahan pegawai negeri ke pemerintah pusat.
"Makanya selama ini kita berusaha agar guru-guru yang 'outsourcing' [alih daya] itu diperhatikan. Salah satunya dengan memberikan honor yang sesuai Upah Minimun Regional dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah," kata dia.
Dengan didampingi Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan Pemkot Magelang Aris Wicaksono, ia menjelaskan selama sekitar delapan tahun terakhir total kekurangan ASN kira-kirar 800 orang, terutama untuk bidang pendidikan, kesehatan, dan tenaga teknis lainnya.
Kekurangan itu, ujarnya, karena banyak ASN pensiun, sedangkan pemerintah pusat menerapkan moratorium penerimaan sehingga tidak ada penerimaan ASN baru.
Aris menjelaskan setiap tahun sekitar 100 pegawai pemkot setempat pensiun. Namun, total pegawai pemkot setempat yang pensiun pada 2018 berjumlah 154 orang, termasuk Sekretaris Daerah Sugiharto yang akan memasuki masa persiapan pensiun mulai 1 Agustus mendatang, sedangkan masa pensiun mulai Juli 2019.
"Permintaan Pak Sekda untuk cuti MPP [masa persiapan pensiun] atau bebas tugas, sudah turun," ucap dia.
Pemkot setempat dalam dua tahap memberikan tanda penghargaan kepada 154 pegawai yang pensiun pada 2018. Penyerahan tanda penghargaan untuk 77 pegawai yang pensiun terhitung sejak Januari hingga Juli dilaksanakan pada Rabu, sedangkan sisanya pada Desember 2018.
Sebanyak 77 pensiunan itu, meliputi golongan IV berjumlah 36 orang, golongan III dan golongan II, masing-masing 20 orang, serta golongan I satu orang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
DAMRI Buka Rute Jogja-Semarang, Lewat Borobudur dan Kota Lama
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Tabrakan Maut di Sedayu Bantul, 3 Remaja Tewas
- Lapak Asik BPJS Ketenagakerjaan Kini Dilengkapi Antrean Digital
- Duel Antar Geng Berujung Pembacokan di Pakualaman Jogja
- Perbedaan Jumat Agung dan Paskah, Jangan Sampai Keliru
- Sindikat Oplos LPG Subsidi Terbongkar, Keuntungan Rp1,3 Miliar Perhari
- Pendatang ke Jakarta Didominasi Usia Produktif Minim Keterampilan
- UNIFIL Gelar Upacara Penghormatan bagi 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon
Advertisement
Advertisement








