Febrie Ditahan Tanpa Rompi Tahanan, Kejagung Beri Penjelasan
Kejagung menjelaskan alasan Febrie Adriansyah tidak mengenakan rompi tahanan usai ditetapkan sebagai tersangka dugaan TPPU.
Ilustrasi terorisme/JIBI
Harianjogja.com, RIYADH-Seorang polisi Arab Saudi, seorang warga negara Bangladesh dan dua penyerang tewas dalam serangan teror yang ditujukan kepada pos pemeriksa keamanan di Wilayah Al-Qassim di Arab Saudi.
Saudi Press Agency --yang mengutip Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi-- pada Minggu (8/7/2018) melaporkan seorang personel pos pemeriksa keamanan mengatakan serangan itu terjadi pada Ahad sore, ketika tiga penyerang menembaki personel polisi, sementara pasukan keamanan melepaskan tembakan balasan.
Selain empat orang tewas, penyerang ketiga cedera dan dibawa ke rumah sakit, kata Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Senin pagi. Ia menyatakan penyelidikan akan mengungkapkan perincian lebih banyak mengenai serangan tersebut.
Arab Saudi telah menyaksikan serangan teror yang ditujukan ke berbagai daerah di negeri itu, terutama oleh jaringan tidur kelompok gerilyawan IS. Sebagian serangan tersebut menewaskan dan melukai banyak orang, seperti ledakan terhadap tempat ibadah.
Pada Mei, satu pos pemeriksa keamanan menjadi sasaran di Kota Asir sehingga menewaskan tiga personel polisi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Kejagung menjelaskan alasan Febrie Adriansyah tidak mengenakan rompi tahanan usai ditetapkan sebagai tersangka dugaan TPPU.
AHY menegaskan Transit Oriented Development menjadi strategi membangun kota terintegrasi yang meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Harianjogja.com, JOGJA—Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) DIY memprediksi inflasi di DIY hingga akhir 2026 tetap terkendali dan berada dalam kisaran sasaran
Prabowo menjelaskan Prabowonomics sebagai arah kebijakan ekonomi yang berlandaskan Pasal 33 dan 34 UUD 1945.
Kemenkes mengingatkan bahaya adiksi digital bagi kesehatan jiwa remaja dan mengajak keluarga membatasi penggunaan gawai.
Kemendikdasmen mengalokasikan Rp90 triliun memperbaiki 71.000 sekolah dan memperkuat pembatasan gawai untuk melindungi anak.