Dito Ariotedjo Ungkap Raja Arab Saudi Tawarkan Tambahan Kuota Haji

Sulthon Sulung Kandiyas
Sulthon Sulung Kandiyas Kamis, 10 September 2026 18:07 WIB
Dito Ariotedjo Ungkap Raja Arab Saudi Tawarkan Tambahan Kuota Haji

Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Indonesia, Dito Ariotedjo hadir sebagai saksi persidangan Kasus Korupsi Kuota Haji 2023-2024 di Pengadilan Tinggi Negeri Jakarta tindak pidana korupsi, Jakarta Pusat, Kamis (10/9/2026)./Bisnis-Muhammad Sulthon S.K.

Harianjogja.com, JAKARTA—Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Ario Bimo Nandito Ariotedjo mengungkap Raja Arab Saudi pernah menawarkan tambahan kuota haji untuk Indonesia saat pertemuan dengan Presiden RI ke-7 Joko Widodo (Jokowi).

Pengakuan tersebut disampaikan Dito ketika menjadi saksi dalam perkara korupsi kuota haji 2023–2024 di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (10/9/2026). Ia dicecar sejumlah pertanyaan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengenai kehadirannya dalam pertemuan Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah Arab Saudi pada akhir 2023.

Dito menjelaskan kehadirannya dalam pertemuan tersebut berkaitan dengan sejumlah kerja sama yang sebelumnya telah diatur oleh Kementerian Luar Negeri.

"Kami mendampingi Bapak Presiden sesuai yang ada kerja sama dengan diminta oleh pemerintah Kerajaan Arab Saudi, salah satunya ada olahraga, ada perdagangan, energi, dan tidak salah terorisme juga dan badan halal juga. Jadi menteri yang ikut yang memang sebelumnya diatur oleh Kementerian Luar Negeri," ujar Dito.

Dito Sebut Ada Tawaran Tambahan Kuota Haji

Dalam persidangan, JPU kemudian menggali apakah terdapat pembahasan mengenai pelaksanaan haji dalam pertemuan antara kedua negara tersebut.

Dito mengaku tidak mengetahui secara spesifik pembahasan mengenai haji saat pertemuan berlangsung karena ketika itu sedang ada agenda makan siang. Namun, ia mengetahui adanya pembahasan tersebut setelah makan siang.

Salah satu informasi yang diketahuinya adalah tawaran tambahan kuota haji dari Raja Arab Saudi kepada Indonesia.

"Yang saya tahu memang dari Raja menawarkan dan memberikan untuk tambahan. Tapi tidak hanya sebatas kuota, tetapi ada beberapa sektor lainnya seperti investasi dan juga perdagangan lainnya," ucapnya.

Meski mengetahui adanya tawaran tambahan kuota, Dito mengaku tidak mengetahui secara detail berapa jumlah kuota haji yang ditawarkan kepada Indonesia.

Menurut dia, pembahasan mengenai jumlah kuota tersebut masuk dalam rapat teknis yang tidak diikutinya.

"Tidak ikut, karena kan itu bukan ranahnya kami," jelasnya.

Keterangan Dito tersebut muncul dalam rangkaian persidangan perkara korupsi kuota haji 2023–2024. Dalam kesaksiannya, ia menjelaskan bahwa kehadirannya dalam pertemuan Indonesia dan Arab Saudi pada akhir 2023 lebih berkaitan dengan sektor kerja sama yang menjadi ranah kementeriannya serta agenda lain yang telah diatur pemerintah.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online