Wah, Ada Polisi Ikut Terlibat dalam Penipuan Seleksi Taruna Akpol

Newswire
Newswire Rabu, 04 Juli 2018 17:37 WIB
Wah, Ada Polisi Ikut Terlibat dalam Penipuan Seleksi Taruna Akpol

Seorang anggota Polres Gunungkidul mengikuti prosesi siraman sebagai bentuk syukur kenaikkan pangkat yang berlangsung di halaman Mapolres Gunungkidul, Wonosari, Senin (2/7/2018)./Harian Jogja-Jalu Rahman Dewantara


Harianjogja.com, SEMARANG- Seleksi Taruna Akademi Polisi (Akpol) diwarnai sembilan kasus penipuan.

Asisten Sumber Daya Manusia Kapolri Irjen Pol Arief Sulistyono mengungkapkan tentang adanya sembilan kasus penipuan selama proses penerimaan calon taruna Akpol saat seleksi di tingkat daerah.

"Ada sembilan kejadian, tersebar di beberapa polda," kata Arief di Akpol Semarang, Jatneg, Rabu (4/7/2018).

Beberapa daerah yang sempat didapati tindak pidana penipuan dengan modus bisa meloloskan sebagai taruna Akpol tersebut antara lain Ambon, Bengkulu, Sulawesi Utara, serta Jawa Barat.

Ia menyebut para pelaku tindak pidana penipuan itu berasal dari unsur Polri, pecatan polisi, serta bukan anggota polri.

"Pelaku yang berasal dari anggota Polri bukan merupakan panitia seleksi," ungkapnya.

Ia mengimbau para orangtua calon taruna untuk tidak percaya dengan iming-iming bisa memasukkan anaknya sebagai calon polisi dengan imbalan sejumlah uang.

Ia menegaskan proses seleksi calkn taruna Akpol ini dilaksanakan srcara transparan dan akuntabel.

Menurut dia, para calon taruna, orangtua, serta panitia seleksi telah menandatangani pakta integritas untuk pelaksanaan proses seleksi yang bersih.

"Kami tutup mata, tutup telinga, fokus pada apa yang kami lakukan," ujarnya.

Pada tahun ink, sebanyak 376 calon taruna bersaing untuk memperebutkan 250 kursi di Akpol Semarang.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online