Advertisement
Lebaran 2018 Insyaallah Serentak 15 Juni
Tarawih pertama di Masjid Istiqlal, Jakarta, pada Ramadan 1439 H. - Antara/Wahyu Putro
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA - Umat Islam di Tanah Air diperkirakan melaksanakan Lebaran IdulFitri tahun ini secara serentak pada tanggal yang sama yakni 15 Juni 2018.
Sebelumnya Pimpinan Pusat Muhammadiyah pada 21 Jumadil Akhir 1439 Hijriyah/9 Maret 2018, telah mengeluarkan Maklumat tentang Penetapan Hasil Hisab Ramadan, Syawal dan Zulhijah 1439 Hijriyah.
Dalam maklumat yang ditandatangani oleh Haedar Nashir (Ketua umum) dan Abdul Mu'ti (Sekretaris umum), PP Muhammadiyah menetapkan awal puasa Ramadan, 1 Ramadan 1439 H jatuh pada hari Kamis Pahing, 17 Mei 2018 dan Idulfitri, 1 Syawal 1439 Hijriyah jatuh pada Jumat Legi, 15 Juni 2018.
Perkiraan pelaksanaan Lebaran Idulfitri 1439 Hijriyah/2018 Masehi berlangsung serentak tersebut disampaikan oleh Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), Thomas Djamaluddin.
"Awal Ramadan dan Idulfitri tahun ini akan seragam, awal puasa 17 Mei dan Idulfitri 15 Juni," kata Thomas, sebagaimana dikutip dari laman https://www.lapan.go.id.
Thomas mengemukakan untuk Idulfitri Insya Allah akan dirayakan bersama-sama pada Jumat Legi, 15 Juni 2018. "Mengingat ijtima’ akhir Ramadan akan terjadi pada Kamis Kliwon, 14 Juni 2018 pukul 2:45 WIB,” ungkapnya.
Kepala Kantor Kemenag Kota Bengkulu, DR.H.Mukhlisuddin, SH.MA meyakini Puasa dan Lebaran tahun ini akan serentak.
Namun demikian, kepastiannya akan tetap menunggu hasil pelaksanaan Rukyatul Hilal untuk meneropong posisi bulan dimana hasilnya akan disampaikan di Sidang Isbat yang akan dipimpin langsung oleh Menteri Agama.
“Mudah mudahan tidak ada yang duluan atau terakhir. Nanti kita melihat keberadaan bulan. Jika posisi bulan sudah terlihat maka berarti awal bulan Ramadan sudah jelas. Pemerintah akan memutuskan jadwalnya dalam Sidang Isbat," katanya, sebagaimana dikutip dari laman kemenag.go.id.
Berdasarkan analisa BMKG, pelaksanaan rukyat Hilal penentu awal bulan Syawal 1439 H - bagi yang menerapkan rukyat dalam penentuannya - adalah setelah Matahari terbenam pada 14 Juni 2018.
Advertisement
"Sementara bagi yang menerapkan hisab dalam penentuan awal bulan Syawal 1439 H, perlu diperhitungkan kriteria-kriteria hisab saat Matahari terbenam pada 14 Juni 2018 tersebut," ujar BMKG dalam laporan tertulis bertajuk "Informasi Prakiraan Hilal Saat Matahari Terbenam 14 Juni 2018 (Penentu Awal Bulan Syawal 1439 H) ".
Salah satu kesimpulan laporan tersebut adalah ketinggian Hilal di Indonesia saat Matahari terbenam pada 14 Juni berkisar antara antara 6,08o di Jayapura, Papua sampai dengan 7,64o di Tua Pejat, Sumatra Barat.
BACA JUGA
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Tidak Boleh Tokoh Fiksi, Pekerjaan di KTP Diatur Ketat, Ini Daftarnya
- Banjir Kiriman Ciliwung Rendam Kebon Pala Jakarta
- BPBD Magetan Kerahkan SAR, Pendaki Mongkrang Belum Ditemukan
- BMKG Wanti-wanti Hujan Lebat di Jateng hingga Akhir Januari 2026
- PLN Hadirkan Tambah Daya Listrik Instan untuk Hajatan dan Proyek
Advertisement
Satpol PP Jogja Perketat Patroli Penginapan Diduga Tak Berizin
Advertisement
Diawali dari Langgur, Cerita Wisata Kepulauan Kei Dimulai
Advertisement
Berita Populer
- Kiper PSIR Rembang Kena Hukuman Seumur Hidup Usai Tendang Kungfu
- Teriakan Minta Tolong Ungkap Dugaan Penyiksaan di Karangwuni
- INDEF: Ekonomi Indonesia 2026 Dihantui Tantangan Struktur dan Global
- Anthony Ginting Mundur, Istora Kehilangan Tumpuan Tuan Rumah
- Samsung Galaxy A57 Muncul di China, Usung Exynos 1680 dan Lebih Tipis
- Haji Alim Terdakwa Korupsi Tol Meninggal di Usia 88 Tahun
- Taylor Swift Pecahkan Rekor Termuda Masuk Songwriters Hall of Fame
Advertisement
Advertisement



