Advertisement

Ini Ajakan Jokowi pada Pendiri ASEAN

Newswire
Sabtu, 28 April 2018 - 19:55 WIB
Kusnul Isti Qomah
Ini Ajakan Jokowi pada Pendiri ASEAN Presiden Joko Widodo - Istimewa

Advertisement

Harianjogja.com, SINGAPURA-Kerja sama pertumbuhan Indonesia-Malaysia-Thailand (IMT-GT) memiliki potensi yang besar untuk menguatkan ASEAN.

Presiden Jokowi mengajak para negara pendiri ASEAN untuk menjadikan kerja sama pertumbuhan Indonesia-Malaysia-Thailand (IMT-GT) sebagai "building-block" yang memberikan kontribusi nyata bagi penguatan ASEAN.

"Kita harus sama-sama pastikan kerja sama ini membawa manfaat konkret dan inklusif bagi rakyat kita juga bagi rakyat ASEAN," ucap Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat menghadiri Pertemuan Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT) ke-11 di Banyan Room, Hotel Shangri-La, Singapura, Sabtu (28/4/2018).

Guna mewujudkan hal tersebut dan meningkatkan pertumbuhan yang inklusif di kawasan IMT-GT, Presiden Jokowi mengusulkan sejumlah langkah yang harus segera dilakukan.

Utamanya, pembangunan infrastruktur khususnya "Physical Connectivity Projects" (PCP) yang diyakini dapat memperlancar arus barang, jasa, dan penumpang.

Selain itu, sejumlah kerja sama di berbagai bidang prioritas juga harus terus ditingkatkan. Mulai dari agro-industri, pariwisata, hingga pengembangan ekonomi digital.

Presiden Jokowi juga mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia yang terampil, kompetitif, serta mampu berkontribusi positif melalui "Center for IMT-GT Subregional Cooperation" (CIMT).

"Sebagai sekretariat bersama, CIMT harus berkontribusi lebih terhadap kelancaran kerja sama baik antar negara maupun dengan organisasi internasional lainnya," tutur Presiden Jokowi.

Ia mencatat saat memasuki 25 tahun kerja sama antara Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT), sejumlah capaian penting berhasil diraih ketiga negara.

Mulai dari pertumbuhan IMT-GT pada 2016 yang mencapai angka 4,4% hingga GDP per kapita penduduk di wilayah IMT-GT yang mencatatkan nilai US$14.557 pada 2016 dari sebelumnya US$11.508 pada 2011.

Advertisement

Bahkan dari sisi konektivitas udara pun, jumlah bandara internasional di kawasan IMT-GT meningkat hingga tiga kali lipat dari 9 bandara pada 1995 menjadi 28 bandara internasional saat ini.

Meskipun demikian, Presiden mengingatkan masih banyak tantangan berat yang dihadapi di kawasan ini.

"Kawasan dan dunia saat ini masih dihantui oleh ketidakpastian akibat persaingan antara kekuatan-kekuatan besar hingga perang dagang yang telah ada di depan mata," ujar Presiden Jokowi.

Advertisement

Turut mendampingi Presiden Jokowi dalam pertemuan tersebut adalah Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, dan Duta Besar Republik Indonesia untuk Singapura I Gede Ngurah Swajaya.

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Streaming Starjoja FM
alt

Tingkatkan Kompetensi, Hotel Harper Malioboro Yogyakarta Berikan Pelatihan Kepada Siswa Siswi SMKN 1 Saptosari

Jogja
| Rabu, 10 Agustus 2022, 16:47 WIB

Advertisement

alt

Dulu Dipenuhi Perdu Liar, Kini Pantai Goa Cemara Jadi Primadona Baru Wisata di Bantul

Wisata
| Senin, 08 Agustus 2022, 15:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement