Advertisement
Dikhawatirkan Terjadi Praktik Kartel, Lelang Gula Rafinasi Diminta Dibatalkan
Alat khusus pengangkat mengatur tumpukan karung berisi gula rafinasi di salah satu pabrik di Makassar, Sulsel, beberapa waktu lalu. - Bisnis/Paulus Tandi Bone
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA-Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI meminta lelang gula kristal rafinasi dibatalkan. Pasalnya, dikhawatirkan akan ada praktik kartel jika proses lelang masih tetap jalan.
Komisi VI DPR meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) membatalkan rencana Kementerian Perdagangan (Kemendag) melakukan lelang gula kristal refinasi melalui pasar lelang. Anggota Komisi VI DPR dari Fraksi PAN Nasril Bahar beralasan pembatalan itu perlu dilakukan karena ada dugaan kuat telah terjadi praktik kartel dalam proses lelang gula rafinasi.
Advertisement
"Dugaan saya terjadi praktek kartelisasi lelang gula kristal rafinasi. Apabila lelang gula dibiarkan akan ada banyak pihak yang dirugikan termasuk konsumen dan UMKM," kata politisi tersebut kepada wartawan, Jumat (6/4/2018).
Nasril mendesak dilakukan kajian secara mendalam dahulu sebelum dilakukan lelang gula kristal rafinasi. Kajian tersebut nantinya harus bisa menjawab tentang apa motivasi Kemendag mengadakan pasar llelang gula rafinasi, ujarnya.
BACA JUGA
Namun, dia menilai bahwa pelaku industri tak perlu lagi mengikuti lelang. Pasalnya, selama ini mereka sudah terbiasa membeli gula rafinasi langsung ke produsen. Jadi tidak perlu lagi diarahkan Kemendag untuk mengikuti lelang.
“Selama ini pelaku industri sudah biasa beli gula ke produsen, kenapa sekarang mau diatur-atur lewat lelang. Ini tidak perlu,” ujar Nasril.
Menurutnya, pengadaan lelang justru akan merugikan pelaku industri makanan/minuman dan konsumen. Sebab, mata rantai jalur distribusi gula bertambah panjang. Hal tersebut juga akan berimbas pada kenaikan harga komoditas.
Nasril juga mempertanyakan jejak rekam perusahaan yang ditunjuk mengadakan lelang gula rafinasi.
“Jika perusahaannya tidak memiliki track record mengadakan lelang gula sebaiknya lelang gula ini segera dibatalkan. Masa perusahaan baru tidak punya pengalaman diberi kewenangan besar mengurus masalah lelang kebutuhan pangan. Jangan sampai lelang gula rafinasi hanya menguntungkan sekelompok tertentu, namun merugikan banyak kelompok," ujarnya mengingatkan.
Nasril mengatakan Presiden Jokowi bisa ikut-ikutan terkena dampak negatif apabila tidak mencermati langkah Kementerian Perdagangan mengadakan lelang gula rafinasi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Bisnis Indonesia
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Malaysia Perkenalkan Panda Raksasa Baru Chen Xing dan Xiao Yue
Advertisement
Berita Populer
- Bantul Diproyeksikan Tetap Surplus Padi pada 2026
- Banjir dan Longsor di Jepara Rusak Akses hingga Puluhan Titik
- Bercelona Vs Madrid, Lamine Yamal Fit untuk Final Piala Super Spanyol
- Pengolahan Sampah Mandiri Jogja Diperkuat Usai TPST Piyungan Tutup
- BEI DIY Target Tambah 75.000 Investor di 2026, Ini Pertimbangannya
- Final Piala Super Spanyol: Mbappe Belum Pasti Starter Lawan Barca
- PSS Vs PSIS Berlangsung Sengit, Begini Komentar Kedua Klub
Advertisement
Advertisement




