UN SMP 2015 : Satu Siswi Mengerjakan di Rumah Sakit

Siswi Sekolah Menengah Pertama Negeri 3 Wonosari, Ema Aprilia, terpaksa mengerjakan soal Ujian Nasional di Rumah Sakit Bakti Husada, Rabu (6/5). Ia sudah tiga hari dirawat akibat infeksi pencernaan. Dia sebelumnya tidak mengikuti UN pada hari pertama dan hari kedua. (JIBI/Harian Jogja - Uli Febriarni)
08 Mei 2015 06:40 WIB Uli Febriarni News Share :

UN SMP 2015, di hari terakhir ujian, seorang siswi mengerjakan

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Hari terakhir pelaksaan Ujian Nasional (UN) tingkat sekolah menengah pertama (SMP) dan sederajat diikuti satu orang murid yang mengerjakan soal di Rumah Sakit Bakti Husada, Wonosari.

Ema Aprilia, siswi kelas IX SMP Negeri 3 Wonosari, dirawat akibat menderita infeksi pencernaan. Atas sakitnya itu, dia tidak mengikuti UN pada hari pertama dan kedua. Ibu Ema Aprilia, Saryati, mengatakan putrinya sudah tiga hari dirawat di RS tersebut. Pada hari pertama dan kedua UN, anaknya masih dalam kondisi drop sehingga tidak mengikuti UN. Selama mendapat perawatan di RS, Ema tidak dapat belajar padahal sebelum UN sudah mempersiapkan diri.

“Biasanya sehat. Selama tiga tahun sekolah hanya satu kali absen karena masuk angin. Ketika momentum penting seperti ini, justru malah sakit,” ujar warga RT08/RW10 Karangasem, Mulo, Wonosari itu, Rabu (6/5/2015).

Rencananya Ema akan menjadi peserta UN susulan. Saryati berharap anaknya bisa mendapat hasil yang terbaik dan bisa melanjutkan ke jenjang yang lebih baik.

“Ema ingin masuk SMAN 2 Wonosari. Ia bercita-cita ingin menjadi perawat, eh, sekarang malah dirawat,” ucap Saryati sembari tersenyum.

Sekretaris Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Gunungkidul Bahron Rasyid menyebutkan pada UN SMP 2015 ada enam siswa yang akan mengikuti UN susulan. Lima di antaranya karena sakit, satu yang lain karena mengikuti Kejurnas Atletik di Aceh dan mampu meraih medali emas, yakni Rika Ayu Wulandari, siswi SMPN 3 Playen.

Murid yang sakit tak harus mengerjakan soal UN di rumah sakit tetapi tetap dilihat dari tingkat keharusan mendapat pengawasan langsung dari tim medis.

“Bisa juga mengerjakan di Unit Kesehatan Sekolah, kalau memang dirasa mampu mengerjakan di sekolah,” tuturnya.

Bahron Rasyid menyebutkan jumlah siswa yang mengundurkan diri saat UN 2015 mengalami peningkatan dibanding 2014. Pada 2014 hanya ada 17 siswa namun tahun ini ada 39 siswa. Alasan mengundurkan diri antara lain menikah, bekerja, ekonomi keluarga dan malas. Disdikpora akan membentuk tim khusus untuk menelusuri penyebab murid mengundurkan diri.