UN ONLINE 2015 : 7 Sekolah Positif Gelar UN Online

Sosialisasi Ujian Nasional (UN) Computer Based Test (CBT), Selasa (24/3/2015), digelar di SMK Negeri 3 Kota Madiun, Jawa Timur. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menunjuk tiga sekolah di Kota Madiun sebagai penyelenggara ujian dengan sistem online tersebut. Tiga sekolah Kota Madiun itusatu di antaranya SMK Negeri 3 Kota Madiundianggap pemerintah sebagai sekolah yang paling siap melaksanakan UN cara baru itu. (JIBI/Solopos/Antara - Siswowidodo)
25 Maret 2015 16:20 WIB Kusnul Isti Qomah News Share :

UN Online 2015 positif digelar di 7 sekolah di Gunungkidul.

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Ada tujuh sekolah di wilayah Gunungkidul yang akan melaksanakan ujian nasional (UN) Online tahun ini.

Sebelumnya, Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Gunungkidul mengajukan sembilan sekolah untuk menjalankan UN Online. Namun hasil verifikasi memutuskan hanya tujuh sekolah yang layak. Keputusan diterima Dinas pada Selasa (24/3/2015). Sekretaris Disdikpora Gunungkidul Bahron Rosyid mengungkapkan, selama verifikasi, petugas dari Kementerian Pendidikan sudah memiliki patokan yang digunakan. Hasil verifikasi menyebutkan ada dua sekolah yang tidak masuk kriteria.

“Hasilnya baru saja kami dapatkan. Ada tujuh sekolah yang lolos verifikasi,” ungkap dia kepada Harianjogja.com.

Tujuh sekolah yang lolos verifikasi yakni SMKN 1 Wonosari, SMKN 2 Wonosari, SMKN 3 Wonosari, SMAN 1
Wonosari, SMKN 1 Nglipar, SMKN 1 Ngawen, dan SMK Muhammadiyah 1 Playen. Sementara, sekolah yang tidak lolos verifikasi yakni SMAN 2 Wonosari dan SMAN 1 Karangmojo.

“Saya mengimbau agar sekolah yang ditunjuk benar-benar mempersiapkan UN online atau Computer Based Test [CBT]. Sedangkan, sekolah yang tidak ditunjuk juga mempersiapkan muridnya untuk menghadapi UN,”ungkap dia.

Bahron mengungkapkan nanti akan ada pelatihan dari Kementerian bagi teknisi yang menangani UN Online. Namun, hingga kini ia belum mendapatkan jadwal pelatihan tersebut. Setiap sekolah yang ditunjuk dapat meneruskan uji coba UN Online yang dilakukan. Menurut dia, setiap sekolah sudah mendapatkan contoh soal UN Online.

“Setiap siswa harus mendapatkan pengarahan teknis mengerjakan soal. Selain itu, kondisi komputer harus
diperhatikan,” imbuh dia.

Disdikpora, kata dia, tidak akan mengadakan try out untuk UN Online karena materi yang diujikan sama dengan sekolah lain. Try out untuk semua sekolah pun sudah sering diadakan.

“Untuk UN Online, simulasi kami serahkan kepada sekolah yang bersangkutan,” ungkap dia.