UN ONLINE 2015 : Sekolah Diminta Intensifkan Try Out

24 Maret 2015 15:40 WIB Rima Sekarani News Share :

UN Online 2015 mengenai sekolah penyelenggara belum diputuskan. Adapun sekolah diminta melangsungkan latihan ujian agar siswa dapat menyesuaikan diri.

Harianjogja.com, SLEMAN—Hasil verifikasi calon sekolah penyelenggara Ujian Nasional (UN) dengan sistem computer based test (CBT) belum juga diterima Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Sleman. Namun, enam SMK yang telah menjalani verifikasi diminta mengabaikan hal itu dan mengintensifkan try out atau uji coba UN CBT.

Kepala Disdikpora Sleman, Arif Haryono mengungkapkan, Pemerintah Pusat belum memberikan kepastian waktu pengumuman hasil verifikasi. Meski begitu, pihak sekolah sudah diimbau agar fokus menyiapkan mental siswa.

“Ujiannya sudah mulai 13 April 2015. Kalau uji cobanya menunggu hasil verifikasi, bagaimana kalau
pengumumannya mendadak? Anggap saja sementara ini sudah lolos verifikasi,” kata Arif saat ditemui di kantornya, Senin (23/3/2015).

Menurut Arif, di samping menyiapkan sarana dan prasarana, kesiapan peserta UN harus diutamakan. Dia berharap nantinya tidak ada kendala teknis akibat kurangnya pemahaman siswa terhadap sistem CBT. Sebab, sebelumnya siswa memang akrab dengan sistem manual atau paper based test (PBT).

“Jangan sampai merugikan siswa yang sebetulnya sudah menguasai materi,” ucapnya.

Pelaksanaan uji coba mandiri oleh masing-masing sekolah disarankan digelar sebanyak dua atau tiga kali.

“Try out yang intensif itu secara tidak langsung juga sekaligus untuk pendalaman materi,” ujar Arif menambahkan.

Enam SMK di Sleman yang telah diverifikasi sebagai calon penyelenggara UN CBT adalah SMK Negeri 2 Depok, SMK Negeri 1 Seyegan, SMK Negeri 1 Godean, SMK Negeri 1 Kalasan, SMK Muhammadiyah Prambanan, dan SMK Penerbangan AAG Adisucipto. “Meski sampai sekarang hasilnya belum keluar, saya optimis keenam sekolah itu akan lolos,” kata Arif.

Sementara itu, Kepala SMK Negeri 1 Kalasan, Mohammad Efendi menyatakan sudah menyelenggarakan dua kali uji coba UN CBT.

“Rencananya akan ada pelatihan sekali lagi agar siswa benar-benar paham dengan CBT,” ungkap Efendi, saat dihubungi Senin siang.

Efendi juga mengaku optimistis dengan hasil verifikasi yang telah dijalani pada akhir Februari lalu.

“Semua sarana pendukung sudah sesuai standar dan saya yakin anak-anak juga sudah siap,” katanya.