SEKOLAH SLEMAN : 17 SMA/SMK Miliki ISO 9001-2008

JIBI/SOLOPOS/Agoes RudiantoUJIAN NASIONAL-Sejumlah pelajar mengikuti Ujian Nasional (UN) di SMA Pangudi Luhur Santo Yosef, Solo, Senin (16 - 4). Ujian Nasional merupakan penentu kelulusan sekaligus sarana evaluasi serta pemetaan kualitas pendidikan di sekolah di seluruh wilayah Indonesia.
19 Januari 2015 08:40 WIB Rima Sekarani News Share :

Sekolah Sleman yang terdiri dari 17 SMA/SMK mendapatkan ISO 9001-2008 sebagai bagian peningkatan kualitas.

Harianjogja.com, SLEMAN-Sebanyak 17 SMA dan SMK di Kabupaten Sleman telah mendapat sertifikat ISO 9001-2008 dari PT TUV. Bupati Sleman Sri Purnomo berharap, prestasi itu bisa menjadi motivasi bagi sekolah lain untuk terus meningkatkan kualitas.

SMA Negeri 1 Depok menjadi SMA negeri kedua yang menerima sertifikat ISO 9001-2008 tersebut pada Sabtu (17//2015) kemarin.

“Sebelumnya sudah diterima SMA Negeri 1 Kalasan. Sebelumnya lagi juga ada 15 SMK swasta yang mendapatkannya,” kata Bupati Sleman, Sabtu sore (17/1/2015).

Menurut Sri Purnomo, Sertifikat ISO merupakan bukti pengakuan atas kualitas layanan pendidikan di sekolah Sleman, seperti SMA Negeri 1 Depok.“Ini harus jadi langkah awal mewujudkan manajemen sekolah dengan kualitas yang lebih baik. Tantangan yang dihadapi dunia pendidikan akan semakin berat. Setiap sekolah dituntut membuktikan lulusannya mampu bersaing,” katanya.

Sri Purnomo menambahkan generasi unggul bukan hanya cerdas dan kreatif, melainkan juga memiliki kepribadian beretika.

“Kami harap lulusan SMA Negeri 1 Depok menjadi generasi yang inovatif dan berdaya juang tinggi untuk meraih cita-cita masa depan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala SMA Negeri 1 Depok, Maskur memaparkan proses mendapatkan sertifikat ISO dimulai sejak akhir 2013.

“Ada delapan syarat yang harus dipenuhi sesuai standar nasional untuk menuju ISO. Kami terus mendapatkan bimbingan terkait pembenahan manajemen di sekolah, termasuk administrasi,” ucapnya saat dikonfirmasi, Minggu (18/1/2015).

Maskur menambahkan pihaknya akan fokus meningkatkan kualitas kinerja guru untuk mempertahankan sertifikat ISO. Menurutnya, guru harus memiliki perencanaan dan evaluasi yang komperehensif dalam proses penyampaian materi kepada siswa.

“Kami berharap bisa mengantarkan seluruh siswa untuk berprestasi dan memiliki bekal cukup untuk meraih sukses di masa mendatang. Kami berupa menghasilkan lulusan yang berwawasan global sehingga dapat bersaing dengan lulusan sekolah lain,” ujar Maskur.