PROYEK BRIBIN GUNUNGKIDUL : Bribin II Sepenuhnya Masih Dikelola Jerman

22 September 2014 12:20 WIB News Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pengembangan Proyek Bendungan dan Mikohidro Sungai Bawah Tanah Bribin di Gunungkidul belum optimal.

Proyek Bribin di Dasa Dadapayu, Kecamatan Semanu meliputi dua titik pengambilan air. Titik pertama (Bribin I) merupakan intalasi yang telah dibangun sekitar 1990, sedangkan titik pengambilan kedua (Bribin II) merupakan hasil kerja sama dengan Jerman senilai 3,2 juta euro (Rp49,2 miliar) yang dimulai sejak 2004 dan beroperasi sejak 2009.

Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Gunungkidul sebagai pengguna proyek itu masih bergantung pada Jerman, terutama dalam memanfaatkan air dari Bribin II. Teknologi pemanfaatan air bawah tanah belum sepenuhnya ditransfer ke PDAM. PDAM Tirta Handayani Gunungkidul hanya mendapatkan pasokan air. Pasokan air tersebut langsung menjadi satu dengan pasokan dari Bribin I.

Direktur PDAM Tirta Handayani Gunungkidul Isnawan Febriyanto mengatakan air yang didapat setelah bergabung dengan air dari Bribin I bisa mencukupi kebutuhan 4.250 rumah tangga yang menjadi pelanggan.

“Ada sekitar 25.500 jiwa yang tercukupi kebutuhan airnya dari aliran air dari Bribin I dan II. Bribin II sepenuhnya masih dikelola Jerman, kami tidak bisa melakukan apa-apa. Kami hanya bisa menerima pasokan air,” ujar dia kepada Harianjogja.com ketika ditemui di Kantor PDAM Tirta Handayani Gunungkidul, Wonosari, Sabtu (20/9/2014).

Isnawan menerangkan pasokan air dari Bribin bisa mencakup sebagian wilayah di Kecamatan Semanu, Rongkop, Girisubo dan
Tepus.

Kendati demikian, PDAM Tirta Handayani Gunungkidul, menurut dia, dapat mengembangkan pemanfaatan sumber air di Bribin I. Saat ini tengah berlangsung proses pemasangan pompa tambahan di Bribin I.

“Saat ini pasokan airnya 70 liter per detik. Itu dari Bribin I dan II,” ujar dia.

Menurut dia setelah ada penambahan pompa, dimungkinkan ada penambahan pasokan 25 liter air setiap detiknya. Setelah pompa terpasang, kata Isnawan, dimungkinkan untuk menambah 400 sambungan baru.

“Warga yang bisa merasakan manfaat air dari Bribin I dan II bisa bertambah sekitar 2.500 jiwa,” ungkap dia.