BPPTKG Tegaskan Pendakian Gunung Merapi Belum Aman Dilakukan
BPPTKG belum merekomendasikan pembukaan pendakian Gunung Merapi karena ancaman awan panas, erupsi, dan lontaran material masih tinggi.
JAKARTA – PT Minamas Plantation membantah bahwa anak usaha mereka PT Tunggal Mitra Plantation ( TMP) dan PT Bhumireksa Nusa Sejati (BNS) terlibat dalam peristiwa kebakaran lahan dan hutan di Riau yang menimbulkan asap tebal hingga ke negara tetangga.
Kamis (27/6/2013), grup usaha plantation asal Malaysia itu menggelar konferensi pers di Hotel Shangri-La, Jakarta, untuk mengklarifikasi dugaan hubungan langsung dua anak usahanya dalam peristiwa kebakaran di Riau.
Presiden Direktur Minamas Plantation Mohd Ghozali Yahaya, mengakui titik api yang menimbulkan asap memang berada di wilayah aktual yang menjadi hak guna usaha (HGU) perusahaan di Riau. Akan tetapi, lanjutnya, titik api tersebut berada di wilayah HGU yang dioperasikan oleh masyarakat.
“Kami memang memiliki wilayah HGU di Riau, milik PT BNS dan PT TMP. Ada wilayah HGU yang menjadi operasional perusahaan, ada yang didiami oleh masyarakat sekitar. Titik api ditemukan di wilayah yang dihuni masyarakat,” ujarnya.
Dia memaparkan dari sekitar 25.662 ha lahan yang menjadi HGU PT BNS di Riau, sebanyaknya 18.688 ha di antaranya ditanami oleh perusahaan dan 1.530 ha diisi oleh kawasan perumahan dan bangunan penunjang operasional lainnya milik perusahaan. Sementara itu, lanjutnya, sebanyak 5.444 ha sisanya didiami oleh masyarakat sekitar.
Adapun lahan yang menjadi HGU PT TMP mencapai 13.863 ha dan sebanyak 2.474 hektar di antaranya masih dihuni oleh masyarakat sekitar.
“Hot spot- hot spot [titik api] itu berada di luar wilayah operasional perusahaan. Dan seperti telah kami jelaskan sebelumnya, masih terdapat sejumlah warga yang mendiami wilayah konsesi tersebut dan melakukan aktivitas bercocok tanam, seperti menanam jagung, tebu, nanas, kelapa, dan pinang,” katanya.
Helmy Othman Basha, Head Plantation Upstream Simedarby – Minamas Plantation, menyebutkan sebelumnya memang teridentifikasi lima titik api di wilayah HGU tersebut.
“Sekitar periode 11 Juni – 20 Juni 2013. Tapi sekarang sudah padam,” katanya.
Helmy yang berbasis di Malaysia tersebut mengaku belum dapat memberikan solusi terkait ketegangan yang sempat mencuat akibat menyebarnya kabut asap ke wilayah negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia. Kedua negara tersebut sempat menyalahkan Indonesia selaku negara tempat titik api berasal.
“Terusterang masih dalam pemikiran. Bagi kami, yang penting kalau ada api, kami berusaha cepat-cepat menyelesaikan. Kami ada peat fire prevention team lengkap dengan berbagai fasilitas seperti menara api dan fire danger index. Kami juga ada daily monitoring. Kami tidak mau ada api di wilayah kami.”
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPPTKG belum merekomendasikan pembukaan pendakian Gunung Merapi karena ancaman awan panas, erupsi, dan lontaran material masih tinggi.
Bayern Munchen menegaskan Michael Olise tidak masuk daftar jual meski terus dikaitkan dengan Real Madrid pada bursa transfer musim panas.
Kementerian PU menyiapkan empat ruas jalan tol yang dapat difungsikan sebagai landasan darurat pesawat tempur TNI AU untuk mendukung kesiapsiagaan nasional.
Jadwal DAMRI Bandara YIA Minggu 26 Juli 2026 lengkap dengan rute ke Sleman, Kota Jogja, Gamping, Condongcatur, dan tarif Rp80.000.
Bupati Sleman Cup 2026 diikuti 148 pegolf dari berbagai daerah. Turnamen ini menjadi strategi Pemkab Sleman memperkuat sport tourism dan pembinaan atlet.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Minggu 26 Juli 2026 lengkap dari Stasiun Tugu Yogyakarta dan Kutoarjo. Simak jam keberangkatan terbaru.