KABUT ASAP : WALHI Tuding 14 Perusahaan Terlibat Kebakaran Hutan Riau

Firefighter Mike Billgren watches over a backfire during a massive wildfire in Big Sur, California July 6, 2008. Fire crews have successfully defended the village of Big Sur but have been able to contain only 5 percent of Basin Complex blaze, which has destroyed about 20 homes. REUTERS - Robert Galbraith (UNITED STATES)
26 Juni 2013 04:15 WIB News Share :

[caption id="attachment_419646" align="alignleft" width="358"]http://www.harianjogja.com/?attachment_id=419646" rel="attachment wp-att-419646">http://images.harianjogja.com/2013/06/kebakaran-HUTAN-reuters1.jpg" alt="" width="358" height="222" /> Foto Ilustrasi Kebakaran Hutan
JIBI/HarianJogja/Reuters[/caption]

JAKARTA—Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) mencatat sebanyak 14 perusahaan diduga ikut terlibat dalam kebakaran hutan yang terjadi di Provinsi Riau.

“Kebakaran hutan tidak terlepas dari pola kebijakan peruntukan lahan dan hutan, sejak rezim HPH [hak pemanfaatan hutan] dimulai dan bergeser ke sektor perkebunan, HTI [hutan tanaman industri], dan tambang,” kata Manajer Kebijakan dan Pembelaan Hukum Eksekutif Nasional Walhi Muhnur Satyahaprabu, Selasa (25/6/2013).

Kendati demikian, dia masih enggan membeberkan di antara 14 perusahaan tersebut.

Direktur Eksekutif Daerah Walhi Riau Rico Kurniawan mengatakan sebanyak 300an titik api yang terjadi di Riau tahun ini justru dari wilayah konsesi HTI dan perkebunan.

“Ini menunjukkan proses pengeluaran izin tidak berdasarkan kajian yang memadai,” jelasnya.

Selain itu, kebakaran hutan selama satu dekade ini dinilai tidak saja dikarenakan perubahan mata rantai ekologis.

“Tetapi juga dipengaruhi oleh unsur kesengajaan pelaku usaha perkebunan skala besar dalam pembukaan lahan, dan kelalaian pelaku usaha industri pulp and paper dalam menjalankan tata kelola produksi dan lingkungan,” tambah Muhnur.