Anak Lahir Musim Panas Dinilai Lebih Rentan Terkena Flu
Studi terbaru ungkap anak lahir musim panas berisiko lebih tinggi terkena flu akibat jadwal vaksin yang tidak optimal.
JOGJA- Aksi pelemparan bom molotov terhadap lingkungan SMKN 3 Yogyakarta, Selasa (14/5) malam, ternyata bukan kali pertama terjadi. Pihak sekolah memastikan kejadian yang sama, sempat terjadi beberapa bulan yang lalu.
“Ini memang bukan kali pertama terjadi. Sebelumnya juga pernah, kalau tepatnya kapan? saya agak lupa,” kata Waka Kesiswaan SMKN 3 Yogyakarta, Setyo Budi.
Setyo mengungkapkan sejauh ini pihaknya telah melakukan pengamanan cukup ketat di sekolah. Selain memaksimalkan keberadaan sembilan petugas keamanan yang terbagi dalam tiga shift jaga, pihaknya juga kerap kali memberikan bimbingan kepada siswa untuk mengurangi aksi tawuran antar pelajar.
“Kebetulan saja, malam ini terjadi peristiwa ini. Kami rencananya besok pagi akan kumpulkan anak-anak, terkait kejadian ini,” jelasnya.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, pos satpam SMKN 3 Yogyakarta dimolotov orang tidak dikenal. Tak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun Marsidi, satpam sekolah dan Bripka Sudarmadji, petugas anggota Lantas Polsekta Jetis mengalami luka bakar di bagian tangan kiri. Keduanya langsung dilarikan ke RS Bethesda, dan telah diperbolehkan pulang setelah mendapatkan perawatan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Studi terbaru ungkap anak lahir musim panas berisiko lebih tinggi terkena flu akibat jadwal vaksin yang tidak optimal.
Nickelodeon rayakan Hari SpongeBob 14 Juli dengan event global, maraton episode, hingga konten baru di Roblox dan YouTube.
Survei tunjukkan kepercayaan publik ke Prabowo tembus 74%. Qodari tegaskan pemerintah tak berpuas diri dan tetap evaluasi kinerja.
Kemenhub siapkan 39 bandara baru untuk memperkuat konektivitas nasional dan dorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Perpres ojol resmi terbit, potongan aplikasi maksimal 8 persen mulai Juli 2026, driver dapat perlindungan lebih kuat.
Pemerintah siapkan peluncuran GovTech Oktober 2026, integrasi 27 ribu aplikasi dan dukungan AI untuk layanan publik..