Anggaran Paskibraka Jateng Dipangkas, Kuota Tetap 45 Orang
Anggaran Paskibraka Jateng 2026 turun menjadi Rp500 juta-Rp600 juta. Kuota 45 peserta tetap dipertahankan untuk upacara HUT RI.
Petugas kepolisian menembakan gas air mata ke arah massa aksi saat terjadi bentrokan di kawasan Tanah Abang, Jakarta, Rabu (22/5/2019). /ANTARA FOTO-Muhammad Adimaja
Harianjogja.com, JAKARTA - Kepolisian mengklaim ada insiden rebutan senjata saat aksi rusuh 21-22 Mei lalu di Jakarta.
Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Hengki Haryadi menyebut bahwa massa aksi 21-22 Mei sempat merebut beberapa senjata milik polisi ketika peristiwa perusakan mobil Brimob.
"Ada beberapa seperti senjata laras licin dan sebagainya (yang dicuri)," kata Hengki, saat dikonfirmasi, Jakarta, Sabtu (1/6/2019). Hingga kini polisi masih mendalami asal-usul senjata yang mereka pakai untuk menyerang aparat. Senjata itu mulai dari senjata tajam, benda keras, benda tumpul, bom melotov hingga anak panah yang dilumuri racun ujungnya.
Diyakini kuat kalau para perusuh ini memang berniat melakukan penyerangan dan perusakan. Para perusuh sebab baru keluar dini hari bukan saat unjuk rasa terjadi.
"Ya mereka mulai gerakannya itu pada pukul 02.00WIB dini hari dan sudah mempersiapkan alat-alat untuk melakukan penyerangan. Mereka melakukan perlawanan terhadap petugas dan sasarannya sudah jelas bahwa ini adalah petugas termasuk properti milik kepolisian dan juga asrama," papar Hengki.
Sekedar diketahui, Polres Metro Jakarta Barat sejauh ini telah menangkap sebanyak 189 perusuh itu. Dimana empat diantaranya yang baru diciduk pada 30 Mei 2019 kemarin merupakan pelaku perusakan terhadap mobil milik Brimob.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : okezone.com
Anggaran Paskibraka Jateng 2026 turun menjadi Rp500 juta-Rp600 juta. Kuota 45 peserta tetap dipertahankan untuk upacara HUT RI.
Menkum Supratman Andi Agtas menyebut Prabowo meminta pembahasan RUU Perampasan Aset segera dipercepat oleh DPR.
Kemantren Pakualaman masuk 10 besar kinerja perangkat daerah Kota Jogja dengan peringkat kesembilan dan terbaik di antara 14 kemantren.
KPK mendalami dugaan pemberian pihak swasta kepada Reza Maullana Maghribi, tersangka kasus suap proyek DJKA Kemenhub.
pesan “Daerah Kuat, Indonesia Berdaulat” yang disampaikan Ketua DPD RI sejalan dengan arah pembangunan nasional yang membutuhkan sinergi kuat antara pemerintah
DPRD Bantul meminta pemerintah pusat menambah TKD agar program pembangunan yang tertunda bisa berjalan, terutama pendidikan dan kesehatan.